Pabrik Ford di Valencia, Spanyol, kini berada di pusat manuver baru Geely untuk memperkuat pijakan di Eropa. Produsen asal China itu disebut sudah mencapai kesepakatan untuk mengambil alih jalur perakitan di fasilitas tersebut, dengan target yang jauh lebih luas daripada sekadar memproduksi satu model.
Yang membuat rencana ini menarik adalah arah produksi yang disiapkan tidak terpaku pada mobil listrik murni. Geely disebut ingin menjadikan Valencia sebagai basis kendaraan multi-energi, mencakup hybrid, plug-in hybrid, dan listrik, sehingga pabrik itu bisa lebih fleksibel menghadapi kebutuhan pasar Eropa yang beragam.
Basis baru untuk ekspansi Eropa
Informasi mengenai kesepakatan itu pertama kali mencuat melalui laporan yang dikutip Carscoops dari surat kabar Spanyol La Tribuna de Automoción. Dalam laporan tersebut, fasilitas Valencia diposisikan sebagai salah satu titik penting untuk mendukung ekspansi Geely di pasar Eropa yang semakin ketat.
Langkah ini juga sejalan dengan strategi Geely yang ingin mendekatkan produksi ke pasar utama. Dengan cara itu, perusahaan dapat menyesuaikan produk lebih cepat dan menjaga daya saing di kawasan yang sedang bergerak cepat menuju elektrifikasi.
Platform yang disiapkan lebih lentur
Geely tidak sekadar menyiapkan jalur produksi baru, tetapi juga fondasi teknis yang spesifik. Basis yang dipakai disebut mengacu pada Global Intelligent New Energy Architecture, arsitektur yang juga menjadi dasar model seperti Galaxy A7 dan E5.
Pilihan ini memberi ruang bagi Geely untuk membangun kendaraan dengan karakter berbeda di atas fondasi yang sama. Karena itu, Valencia tidak diarahkan hanya untuk satu tipe mobil, melainkan untuk mendukung beberapa kebutuhan produk sekaligus.
Model internal 135 dan dugaan EX2
Meski detail model yang akan diproduksi belum dibuka sepenuhnya, publikasi tersebut menyebut adanya kode internal 135. Identitas resminya memang belum dipastikan, tetapi ada dugaan kuat bahwa model itu adalah EX2.
Jika dugaan itu benar, maka Geely tampak membawa crossover listrik kompak yang sudah hadir di Indonesia ke pasar Eropa. Mobil tersebut memiliki panjang 4.135 mm, lebar 1.805 mm, tinggi 1.570 mm, dan jarak sumbu roda 2.650 mm.
Spesifikasi yang cocok untuk kebutuhan urban
EX2 juga dinilai relevan untuk konsumen perkotaan karena menawarkan dua opsi baterai, yakni 30,1 kWh dan 40,1 kWh. Jarak tempuhnya berada di kisaran 310-410 km, tergantung paket baterai yang dipilih.
Untuk penggeraknya, model ini memakai motor di belakang dengan dua pilihan tenaga, yaitu 78 hp atau 114 hp. Kombinasi ukuran kompak dan pilihan tenaga tersebut membuatnya cocok untuk penggunaan harian di kota besar.
| Detail EX2 | Data |
|---|---|
| Panjang | 4.135 mm |
| Lebar | 1.805 mm |
| Tinggi | 1.570 mm |
| Jarak sumbu roda | 2.650 mm |
| Baterai | 30,1 kWh / 40,1 kWh |
| Jarak tempuh | 310-410 km |
| Tenaga motor | 78 hp / 114 hp |
Dampak yang mungkin dirasakan Ford
Rencana Geely di Valencia tidak hanya berdampak pada strategi internalnya sendiri. Laporan itu juga menyebut Ford berpeluang memakai kendaraan berbasis platform yang sama untuk model lain di masa depan.
Situasi tersebut bisa membantu Ford mempercepat pengembangan produk baru dan menekan biaya melalui basis teknis yang serupa. Spekulasi yang paling banyak dibicarakan mengarah pada penerus Ford Puma, karena ukuran keduanya disebut kurang lebih sama.
Dengan begitu, pabrik Valencia berpotensi berubah dari sekadar lokasi produksi menjadi titik strategis baru dalam persaingan kendaraan elektrifikasi di Eropa. Jika kesepakatan dan arah teknis itu berjalan seperti yang disebutkan, Geely dan Ford sama-sama bisa mendapat ruang gerak baru di pasar yang semakin menuntut efisiensi dan fleksibilitas.
Source: voi.id




