Operasi Polisi di Bawah Morro Dois Irmãos, Ratusan Turis Tertahan di Puncak Rio

Insiden di Morro Dois Irmãos memperlihatkan bagaimana kawasan wisata populer di Rio de Janeiro bisa berubah menjadi lokasi rawan hanya karena jarak yang sangat dekat dengan wilayah favela. Ratusan turis yang sedang menunggu matahari terbit mendadak harus bertahan di atas gunung saat baku tembak pecah di bawah area pendakian.

Sekitar 200 wisatawan berada di puncak ketika suara tembakan mulai terdengar dari kawasan di bawah bukit. Mereka saat itu sedang menikmati salah satu titik pandang paling terkenal di Rio, yang menghadap langsung ke Pantai Ipanema.

Kondisi di lokasi segera berubah menjadi tegang karena para pengunjung masih berada di area terbuka. Pemandu wisata lalu meminta rombongan untuk mencari perlindungan agar tidak tetap berada di jalur berisiko selama operasi berlangsung.

Seorang turis asal Portugal, Matilda Oliveiro, menggambarkan suasana pagi yang semula tenang kemudian berubah cepat menjadi penuh kepanikan. Menurut penuturannya, saat tembakan terdengar, arahan pemandu langsung membuat rombongan bergerak mencari lokasi yang lebih aman.

Laporan dari NY Post dan media lokal Globo menyebut para wisatawan kesulitan dievakuasi dengan cepat karena posisi mereka berada di puncak gunung. Akibatnya, rombongan tertahan selama sekitar dua jam sampai situasi di bawah bukit mulai terkendali.

Di bawah Morro Dois Irmãos, polisi Brasil sedang menggelar operasi besar untuk memburu anggota geng Comando Vermelho. Operasi itu menargetkan kawasan favela yang selama ini dikenal memiliki risiko tinggi akibat aktivitas kelompok kriminal bersenjata.

Target utama aparat adalah Ednaldo Perenier Souza, yang dikenal dengan nama Dada. Ia disebut sedang berpesta di kota itu sebelum penggerebekan dimulai, namun berhasil kabur lewat lorong rahasia saat polisi masuk ke wilayah tersebut.

Dalam bentrokan yang terjadi di area bawah jalur pendakian, polisi menangkap tiga anak buahnya. Sementara itu, para wisatawan dan warga sipil yang berada di sekitar lokasi dilaporkan tidak menjadi korban jiwa.

Sejumlah pemandu wisata lokal ternyata sudah lebih dulu menerima informasi mengenai operasi kepolisian. Mereka kemudian berkoordinasi dengan unit polisi di wilayah Vidigal agar rombongan turis yang berada di atas gunung tetap aman selama situasi berlangsung.

Koordinasi itu menjadi penting karena para pengunjung berada di tempat yang terbuka dan sulit dijangkau ketika suara tembakan muncul. Dalam kondisi seperti itu, keberadaan pemandu membantu mencegah kepanikan yang lebih besar di tengah rombongan.

Morro Dois Irmãos selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi favorit di Rio de Janeiro karena memberikan pandangan langsung ke Ipanema dan garis pantai kota tersebut. Namun peristiwa ini kembali menegaskan bahwa daya tarik wisata di Rio kerap bersebelahan dengan situasi keamanan yang tidak selalu stabil.

Rio de Janeiro memang berkali-kali menghadapi konflik bersenjata antara aparat dan jaringan kriminal di kawasan urban yang padat. Karena itu, insiden di puncak Morro Dois Irmãos menjadi pengingat bahwa keamanan di lokasi wisata populer tetap bergantung pada kondisi wilayah di sekitarnya.

Source: www.medcom.id
Exit mobile version