OneXPlayer 3 Menantang Batas Handheld, Kontroler Lepas dan Layar OLED 144Hz Jadi Andalan

OneXPlayer 3 tampil dengan pendekatan yang berbeda dari kebanyakan handheld PC di kelasnya. Perangkat ini tidak berhenti sebagai konsol portabel, karena desain kontroler lepas-pasang membuatnya bisa berganti fungsi menjadi tablet atau laptop mini sesuai kebutuhan.

Pilihan itu langsung menempatkan OneXPlayer 3 sebagai perangkat yang ingin menjangkau lebih dari satu skenario pemakaian. Saat kontroler terpasang, bentuknya tetap cocok untuk bermain game secara handheld, tetapi begitu kontroler dilepas, perangkat berubah menjadi tablet, lalu bisa ditambah keyboard untuk penggunaan seperti laptop kecil.

Tiga mode dalam satu perangkat

Model 3-in-1 menjadi salah satu daya tarik utama OneXPlayer 3. Konsep ini memberi ruang bagi pengguna yang ingin satu perangkat untuk bermain, navigasi desktop, dan aktivitas ringan lain tanpa harus bergantung pada format handheld biasa.

Pendekatan tersebut juga menunjukkan bahwa OneXPlayer tidak hanya mengejar ukuran ringkas. Perusahaan justru menambahkan fleksibilitas yang membuat perangkat terasa lebih serbaguna di tengah pasar handheld PC yang semakin padat.

Panel OLED 144Hz untuk pengalaman visual yang lebih tinggi

Di bagian layar, OneXPlayer 3 memakai panel OLED 8,8 inci dengan refresh rate 144Hz. Kombinasi ini menempatkannya di kelas premium karena menawarkan layar yang cukup lapang dan gerakan visual yang lebih mulus.

Panel OLED biasanya dipilih karena warna terlihat lebih kaya dan kontrasnya lebih tinggi. Sementara itu, refresh rate 144Hz memberi potensi respons yang lebih cepat saat game mampu berjalan di frame rate tinggi.

Mengandalkan Intel Arc G3 Extreme

Untuk urusan grafis, OneXPlayer 3 dibekali Intel Arc G3 Extreme. Kehadiran chip ini menjadi sorotan tersendiri karena membawa platform grafis terbaru Intel ke jajaran produk OneXPlayer.

Perangkat ini juga ditopang baterai 85Wh. Kapasitas tersebut tergolong besar untuk perangkat genggam dan terasa relevan karena layar 8,8 inci 144Hz serta target performa tinggi biasanya memerlukan daya yang besar.

Pendinginan cair ikut dibawa ke handheld

Salah satu fitur yang paling menonjol adalah penggunaan pendingin cair. Sistem ini memperlihatkan bahwa OneXPlayer memberi perhatian serius pada pengendalian suhu, terutama saat perangkat dipakai untuk beban gaming berat.

Pada perangkat seukuran handheld, suhu memang menjadi tantangan utama. Ruang internal yang terbatas membuat upaya menjaga performa tetap stabil menjadi jauh lebih penting ketika chip bekerja lebih keras.

Kontrol input yang dibuat lebih tahan lama

OneXPlayer 3 juga memakai Hall-Effect joysticks. Teknologi ini umumnya dipilih untuk membantu meningkatkan presisi input sekaligus mengurangi risiko keausan mekanis seperti stick drift.

Kehadiran kontroler lepas-pasang membuat aspek input jadi semakin penting. Saat perangkat berganti mode dari handheld ke tablet atau laptop mini, fleksibilitas fisik itu tetap harus diimbangi kontrol yang nyaman saat dipakai bermain.

Ada model lain yang lebih kecil

Selain OneXPlayer 3, perusahaan juga menyiapkan OneXPlayer X2 Mini Pro. Model ini diposisikan bagi pengguna yang menginginkan perangkat yang lebih kecil dari OneXPlayer 3.

Di sisi dapur pacu, X2 Mini Pro memakai AMD Ryzen AI Max+ 395. Meski ukurannya lebih ringkas, perangkat ini tetap menekankan pengendalian suhu lewat Frost Bay liquid cooling.

OneXPlayer menyebut X2 Mini Pro akan hadir di Indiegogo pada pertengahan Juni 2026. Halaman kampanyenya juga sudah dibuka untuk pendaftaran minat dan notifikasi saat pendanaan dimulai.

Sementara itu, OneXPlayer 3 juga disebut akan segera muncul di Indiegogo. Dua model ini memperlihatkan strategi yang berbeda, dengan satu perangkat menonjolkan format 3-in-1 berlayar besar dan Intel Arc G3 Extreme, sedangkan model lain membawa ukuran lebih kecil dengan AMD Ryzen AI Max+ 395 serta pendingin Frost Bay liquid cooling.

Source: www.xda-developers.com

Baca Juga

Back to top button