Nur Rahmat Tak Bisa Hubungi Istri Selama Tiga Hari, ART Di Rumah Erin Taulany Minta Pulang ke Cianjur

Kondisi psikologis seorang ART di rumah Erin Taulany ikut menjadi sorotan setelah ia disebut meminta dipulangkan ke Cianjur karena merasa takut dan trauma. Situasi itu membuat keluarganya panik, terlebih saat komunikasi dengan sang ART sempat terputus selama hampir tiga hari.

Nama ART tersebut adalah Nur. Keluarganya lalu mencari bantuan hukum karena sulit menghubungi Nur, sementara di rumah Erin Taulany ia disebut menjadi satu-satunya pekerja rumah tangga yang masih tinggal setelah yang lain pulang.

Keluarga kesulitan menjangkau Nur

Suami Nur, Rahmat, mendatangi pengacara Deolipa Yumara untuk meminta bantuan. Ia mengaku tidak bisa menghubungi istrinya selama hampir tiga hari di tengah ramainya kasus yang menyeret nama Erin Taulany.

Kondisi itu membuat keluarga Nur cemas. Orang tua Nur di kampung halaman bahkan disebut syok hingga harus mendapat perawatan medis dan diinfus.

Minta dijemput dan pulang ke Cianjur

Deolipa Yumara menjelaskan bahwa Nur meminta dijemput dan dibawa pulang ke Cianjur. Alasannya, Nur merasa khawatir dan ketakutan dengan situasi yang sedang terjadi.

Deolipa menilai persoalan ini masih berada pada ranah psikologis dan belum masuk ke ranah pidana. Ia juga menyebut Nur mengalami trauma setelah kasus itu ramai dibicarakan.

Rahmat bertemu langsung di lokasi

Setelah berkoordinasi dengan ketua RT setempat demi alasan keamanan, Rahmat mendatangi rumah Erin Taulany. Ia kemudian berbicara dengan satpam di lokasi sebelum akhirnya bisa bertemu langsung dengan Nur.

Pertemuan itu justru membuat kekhawatiran Rahmat bertambah besar. Menurut pengakuannya, Nur yang baru bekerja sekitar satu bulan sudah merasa waswas, trauma, dan tidak betah lagi tinggal di rumah tersebut.

“Intinya istri saya mau pulang, takut, waswas, trauma karena viral,” ujar Rahmat. Ia juga mengaku khawatir istrinya nekat kabur karena kondisi psikologisnya dinilai tidak stabil.

Tinggal sendiri setelah pekerja lain pulang

Rahmat menuturkan bahwa sebelum kasus ini mencuat, komunikasi dengan istrinya berjalan normal tanpa kendala. Namun situasinya berubah setelah pemberitaan soal Hera ramai di media dan media sosial.

Ia menyebut Nur kini menjadi satu-satunya ART yang tersisa di rumah itu setelah pekerja lain pulang. Karena tinggal sendiri di tengah sorotan publik, Rahmat merasa situasi tersebut semakin memberatkan kondisi istrinya.

Di sisi lain, Deolipa Yumara menyarankan agar persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan lebih dulu. Ia meminta Erin Taulany ditemui secara baik-baik untuk menjemput Nur pulang ke Cianjur, sambil menegaskan bahwa pendampingan hukum tetap siap diberikan bila diperlukan.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version