Nuklir Kontainer AMPERA Mengincar 30 Tahun Operasi, Thorium Subkritis Jadi Andalan Baru

Langkah AMPERA menarik perhatian karena perusahaan ini tidak mengejar pembangkit nuklir raksasa, melainkan sistem energi yang disebut bisa masuk ke dalam kontainer pengiriman standar. Targetnya bukan hanya ringkas, tetapi juga tahan lama, dengan operasi hingga 30 tahun tanpa pengisian bahan bakar ulang untuk kebutuhan seperti pusat data, pertahanan, dan pelayaran niaga.

Pendekatan itu bertumpu pada reaktor mini berbasis thorium yang dibuat sebagai unit tertutup dan diproduksi di pabrik. Dengan format seperti itu, AMPERA ingin menghadirkan sistem yang bisa dipindahkan memakai logistik biasa, lalu dijalankan secara otomatis tanpa bergantung pada model pembangkit konvensional yang besar dan kompleks.

Reaktor subkritis jadi pembeda utama

Di balik rancangan itu, AMPERA memilih jalur subkritis yang berbeda dari reaktor kritis pada umumnya. Pada desain ini, inti tidak mampu mempertahankan reaksi berantai sendiri tanpa pasokan neutron dari sumber eksternal, sehingga kendali sistem menjadi lebih cepat dan lebih fleksibel saat kebutuhan daya berubah.

Wakil Presiden sekaligus Chief Intellectual Property Counsel AMPERA, Curtis St.Brice, menyebut generator neutron sebagai pemicu utama sistem. Saat unit dimatikan, sumber neutron ikut berhenti dan reaksi pun akan terhenti, sehingga perusahaan menilai pendekatan ini memberi kendali operasi yang lebih sederhana.

AMPERA juga mengklaim skema tersebut membuat unit dapat dinyalakan kembali tanpa menunggu proses pendinginan panjang seperti pada reaktor konvensional. Bagi perusahaan, karakter ini penting untuk penggunaan yang menuntut respons cepat dan operasi yang lebih terukur.

Thorium, TRISO, dan proses bahan bakar di dalam inti

Pemilihan thorium menjadi bagian penting dari desain AMPERA. Bahan ini dinilai lebih melimpah secara alami dibanding uranium yang diperkaya, tetapi tidak fisil secara langsung sehingga harus diubah lebih dulu menjadi uranium-233 melalui paparan neutron.

Perusahaan menyebut proses pembentukan bahan bakar itu memakan waktu sekitar 20 hingga 30 hari di dalam inti reaktor. Setelah terbentuk, uranium-233 dapat menopang fisi untuk menjalankan reaktor dalam jangka panjang dan mendukung target operasi yang sangat panjang.

Selain thorium, AMPERA juga merencanakan penggunaan bahan bakar TRISO. Material ini terdiri dari partikel kecil berlapis keramik dan karbon yang berfungsi melindungi bahan fisil pada suhu tinggi, dan perusahaan menyatakan memiliki 66 paten global yang melindungi proses manufakturnya.

Salah satu teknik yang dipakai adalah liquid-metal jetting untuk membentuk partikel bahan bakar. Dengan perlindungan berlapis seperti itu, AMPERA menempatkan ketahanan material sebagai bagian inti dari strategi desainnya.

Struktur bola, gyroid, dan pencetakan 3D

Bentuk fisik reaktor juga tidak dibuat lazim. Inti AMPERA dirancang berbentuk bola dengan diameter sekitar dua meter, dan di dalamnya terdapat struktur gyroid berupa kisi geometris kompleks dengan saluran sekitar dua milimeter.

Karena bentuk ini sulit dibuat dengan pemesinan biasa, perusahaan menggunakan pencetakan 3D untuk memproduksi inti reaktor. AMPERA sudah membuat versi plastik untuk pembuktian konsep dan versi silikon karbida dalam skala kecil, sementara cetakan penuh berbahan silikon karbida ditargetkan rampung pada pertengahan 2026.

Material itu dipilih karena mampu bertahan hingga sekitar 3.000C, sehingga cocok untuk komponen yang harus bekerja pada suhu tinggi. Pilihan material dan metode manufaktur ini menunjukkan bahwa AMPERA mencoba menyesuaikan desain reaktor mini dengan kebutuhan operasi yang padat dan tahan lama.

Dikemas dalam kontainer dan tanpa air pendingin

Setiap unit dirancang muat dalam kontainer pengiriman 40 kaki. Di dalamnya terdapat inti reaktor, pelindung berlapis, penukar panas, turbin, dan generator, sehingga seluruh sistem dapat dipindahkan melalui truk, kereta, kapal, atau pesawat kargo militer.

AMPERA menyatakan sistem ini tidak membutuhkan air untuk pendinginan. Panas dibuang lewat helium dan kondensor berpendingin udara, lalu dialihkan ke supercritical carbon dioxide atau sCO2 untuk menggerakkan turbin Brayton tertutup.

Untuk satu inti reaktor, daya yang dihasilkan sekitar 30 MW termal atau sekitar 15 MW listrik dengan efisiensi mendekati 50 persen. Pada konfigurasi komersial 30-MWe, dua inti akan bekerja bersama dalam satu sistem, menegaskan bahwa AMPERA menargetkan unit modular yang tidak bergantung pada infrastruktur berat.

Operasi otomatis dan model bisnis leasing

AMPERA juga menyiapkan sistem kendali berbasis AI agar unit dapat berjalan otonom. Pengguna cukup menetapkan tingkat daya, lalu sistem menyesuaikan keluaran neutron, perpindahan panas, dan konversi daya secara otomatis.

Dari sisi bisnis, perusahaan memilih model leasing melalui perjanjian pembelian daya, bukan menjual reaktor secara langsung. Dengan begitu, kepemilikan dan operasi tetap berada di tangan AMPERA, sementara pengguna menerima pasokan daya sesuai kebutuhan.

Desain tertutup juga menjadi bagian dari strategi keselamatan. Inti tidak bisa dibuka selama operasi normal, dan AMPERA menilai kondisi ini dapat mengurangi risiko pemindahan bahan bakar sekaligus memperkuat aspek nonproliferasi.

Jalur regulasi dan target yang dikejar

Untuk langkah perizinan, AMPERA mengejar lisensi melalui kerangka 10 CFR Part 53 dari Nuclear Regulatory Commission. Pada 23 Februari 2026, perusahaan mengirim surat pra-aplikasi ke NRC dan meminta pertemuan awal pada akhir Mei.

AMPERA menunjuk Dr. April Smith, mantan pejabat NRC, sebagai strategi lisensi. Di bidang riset, perusahaan disebut memfinalisasi kerja sama dengan Lawrence Livermore National Laboratory untuk pengembangan TRISO dan menjajaki kerja sama dengan Idaho National Laboratory untuk pengujian reaktor yang sudah diberi bahan bakar.

Jika jadwal berjalan sesuai rencana, prototipe non-fueled lengkap ditargetkan selesai pada akhir 2026, disusul prototipe berbahan bakar pada akhir 2027. Pengiriman komersial awal direncanakan pada 2028–2029, dengan target produksi sekitar 300 unit per tahun dari fasilitas skala besar dan ekspansi internasional termasuk kantor regional di London.

Baca Juga

Back to top button