Nissan Makin Terdesak Di Indonesia, Penjualan Merosot Hingga Tersisa Puluhan Unit Sebulan

Angka penjualan Nissan di Indonesia kini sudah turun ke level yang sangat tipis. Dalam empat bulan pertama 2026, retail sales merek ini hanya 144 unit, atau rata-rata kurang dari 50 unit per bulan.

Kondisi tersebut memperlihatkan betapa jauh jarak Nissan dari masa ketika produknya masih bisa terjual ratusan unit setiap bulan. Enam tahun sebelumnya, retail sales Nissan masih mencapai 7.408 unit dalam setahun, dengan volume bulanan yang sempat menembus lebih dari 500 unit.

Peta persaingan berubah cepat

Pelemahan Nissan tidak berdiri sendiri, karena pasar mobil nasional juga sudah berubah jauh. Merek yang dulu masih masuk jajaran 10 besar kini tertinggal dari persaingan papan atas, sementara pemain baru terus memperkuat posisi.

Saat pasar belum sepadat sekarang, Nissan sempat bersaing ketat dengan Wuling di area bawah 10 besar. Namun situasinya bergeser ketika merek-merek baru, terutama dari China, masuk lebih masif ke Indonesia.

Di tengah perubahan itu, Nissan dinilai tidak cukup agresif menghadirkan produk baru. Akibatnya, daya saing merek ini ikut melemah ketika pasar justru semakin ramai oleh model-model yang lebih segar.

Penurunan sudah berlangsung lama

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia memperlihatkan penurunan Nissan terjadi terus sejak 2020. Pada tahun itu, wholesales Nissan masih 10.849 unit dan retail sales 7.408 unit.

Setahun kemudian, wholesales turun menjadi 3.177 unit dan retail sales menjadi 6.185 unit. Tekanan itu berlanjut pada 2022, ketika wholesales tercatat 2.413 unit dan retail sales susut ke 3.529 unit.

Tren yang sama masih tampak pada 2023. Sepanjang Januari-Desember 2023, wholesales Nissan hanya 1.639 unit dan retail sales 1.824 unit.

Pada 2024, penurunan kembali berlanjut. Wholesales berada di 1.377 unit, sedangkan retail sales tercatat 1.427 unit.

Situasi menjadi lebih berat pada 2025. Dalam setahun penuh, wholesales Nissan hanya 1.041 unit dan retail sales tinggal 941 unit, atau bahkan tidak sampai 1.000 unit.

Deretan model belum cukup mengangkat penjualan

Meski volumenya menipis, Nissan masih memiliki sejumlah model yang dijual di Indonesia pada 2025. Nama-nama yang tercatat menyumbang penjualan antara lain Livina, Serena e-Power, Kicks e-Power, Leaf, X-Trail e-Power, Terra, dan Magnite.

Namun keberadaan portofolio itu belum mampu membalik keadaan. Penjualan tetap turun dari tahun ke tahun, sehingga persoalannya bukan hanya soal model yang tersedia, tetapi juga soal daya saing di segmen yang dihadapi.

Pernyataan soal kurang agresifnya langkah Nissan di Indonesia juga pernah disampaikan Board of Director Indomobil Group, Andrew Nasuri. Ia menilai langkah prinsipal tidak cocok diterapkan di Indonesia.

Meski begitu, Andrew tetap melihat Nissan masih punya peluang untuk bangkit. Menurut dia, produk dan rekayasa Nissan dinilai bagus, tetapi tetap perlu langkah comeback agar merek ini bisa kembali bersaing di pasar domestik.

Kombinasi perubahan pasar, masuknya pemain baru, dan strategi produk yang dianggap belum sejalan dengan kebutuhan lokal membuat posisi Nissan kian tertekan. Saat merek lain terus menambah pilihan, Nissan justru hanya membukukan 144 unit retail sales dalam empat bulan pertama 2026.

Source: oto.detik.com

Baca Juga

Back to top button