Negosiasi Boeing Dengan China Melebar, Trump Sebut Potensi Pembelian Bisa Tembus 750 Unit

Pembicaraan soal pembelian pesawat Boeing oleh China kini mengarah ke angka yang jauh lebih besar dari perkiraan awal. Donald Trump menyebut ada peluang Beijing membeli hingga 750 pesawat jika kerja sama dengan perusahaan Amerika berjalan dengan baik.

Pernyataan itu membuat sorotan langsung tertuju ke Boeing dan General Electric, dua nama besar yang disebut ikut terkait dalam pembahasan tersebut. Angka 750 itu juga jauh melampaui sekitar 200 unit yang sebelumnya sudah disebut disetujui China.

Trump menegaskan bahwa jumlah 200 pesawat bukanlah batas akhir. Ia menilai pesanan itu masih dapat bertambah besar selama hubungan bisnis berlangsung mulus dan pihak-pihak terkait mampu memenuhi harapan.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengaitkan rencana pembelian itu dengan penggunaan mesin General Electric. Ia mengatakan sudah menyampaikan hal tersebut langsung kepada Boeing dan General Electric.

“Jika mereka melakukan pekerjaan dengan baik, kita bisa mencapai 750 unit,” kata Trump seperti dikutip Fox News. Ucapan itu menunjukkan bahwa angka besar tersebut masih berada pada ranah peluang, bukan komitmen yang sudah final.

Pernyataan Trump muncul setelah kunjungannya ke China dan pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping pada 13-15 Mei. Agenda itu menjadi perhatian luas karena menyangkut hubungan dua negara dengan pengaruh besar di bidang ekonomi dan geopolitik.

Xi menyampaikan bahwa dirinya dan Trump sepakat membangun hubungan China-AS yang stabil, strategis, dan berkelanjutan. Dalam jamuan makan malam di Balai Besar Rakyat, Beijing, ia juga menekankan pentingnya hubungan yang konstruktif antara kedua negara.

“Presiden Trump dan saya juga sepakat untuk membangun hubungan China-AS yang konstruktif dan memiliki stabilitas strategis,” kata Xi. Ia menambahkan bahwa hubungan yang stabil dapat membawa lebih banyak perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan bagi dunia.

Di sisi lain, sinyal pembelian pesawat itu memiliki dampak besar bagi Boeing. Bahkan pesanan 200 unit saja sudah menunjukkan skala transaksi yang sangat besar, apalagi bila jumlahnya berkembang hingga 750 pesawat.

Karena itu, kabar tersebut tidak hanya dibaca sebagai perkembangan dagang biasa. Banyak pihak akan melihatnya sebagai penanda arah negosiasi yang masih berjalan antara Beijing dan perusahaan Amerika.

General Electric juga ikut mendapat sorotan karena disebut dalam kaitannya dengan mesin yang akan digunakan. Artinya, pembahasan tidak berhenti pada pengadaan pesawat Boeing, tetapi juga menyentuh komponen penting yang menopang armada itu.

Selama pembicaraan terus berlanjut, angka 750 pesawat tetap menjadi sinyal paling mencolok dari potensi kerja sama besar itu. Pada saat yang sama, keputusan akhir masih bergantung pada jalannya negosiasi dan penilaian atas kinerja pihak-pihak yang terlibat.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button