NASA Kian Serius Menata Basis Hidup Di Bulan, Pendarat Dan Rover Mulai Dipesan

NASA kini tidak lagi hanya berbicara soal kembali ke Bulan, tetapi mulai menyiapkan langkah yang lebih ambisius: membangun tempat tinggal permanen bagi astronaut. Arah itu terlihat dari serangkaian kontrak baru untuk perangkat inti yang akan menopang operasi jangka panjang di wilayah kutub selatan Bulan.

Paket awal yang dipesan mencakup pendarat, kendaraan penjelajah, dan drone. Perangkat-perangkat ini disiapkan sebagai fondasi sebelum manusia tinggal lebih lama di permukaan Bulan dan sebelum infrastruktur yang lebih besar mulai dibangun.

Kontrak awal untuk misi pangkalan

NASA memberikan kontrak baru bernilai ratusan juta dolar AS kepada empat perusahaan Amerika Serikat. Melalui langkah ini, badan antariksa tersebut mulai menyusun kebutuhan dasar yang akan dipakai untuk misi pangkalan Bulan.

Blue Origin, perusahaan milik Jeff Bezos, mendapat tugas menyediakan dua wahana pendarat untuk membawa kendaraan penjelajah ke kutub selatan Bulan. Dua rover yang akan dikirim itu dikembangkan oleh Astrolab dan Lunar Outpost, yang masuk dalam rantai persiapan misi tersebut.

Firefly Aerospace juga menerima kontrak untuk mengirim drone pertama ke Bulan. Perusahaan ini sebelumnya telah berhasil mendaratkan wahana di permukaan Bulan pada tahun lalu, sehingga perannya kini diperluas ke tahap persiapan pangkalan.

Jalur menuju pendaratan astronaut

Langkah NASA ini muncul setelah misi Artemis II berhasil terbang mengelilingi Bulan dan menunjukkan program pengembalian astronaut ke satelit alami Bumi itu masih berada di jalur maju. Empat astronaut dalam misi tersebut terbang mengelilingi Bulan pada April lalu.

Penerbangan itu juga mencapai jarak yang lebih jauh dibanding misi Apollo pada era 1960-an hingga 1970-an. Bagi NASA, capaian ini menjadi sinyal bahwa tahapan berikutnya semakin dekat.

Artemis III ditargetkan berlangsung pada pertengahan 2027. Dalam misi itu, astronaut akan berlatih melakukan docking kapsul Orion dengan wahana pendarat Bulan yang dikembangkan Blue Origin dan SpaceX milik Elon Musk.

Latihan docking tersebut menjadi tahap teknis yang penting sebelum pendaratan astronaut dimulai. Setelah itu, pendaratan pertama dalam program Artemis paling cepat dijadwalkan pada 2028.

Infrastruktur yang disiapkan untuk jangka panjang

Seluruh perangkat awal itu ditargetkan tiba sebelum astronaut pertama dalam program Artemis mendarat di Bulan. NASA menempatkan pengiriman perangkat ini sebagai bagian penting agar operasi berikutnya bisa berjalan.

Pembangunan infrastruktur permanen seperti jaringan listrik diproyeksikan mulai berjalan dari 2029 hingga awal 2030-an. Tahap ini akan menjadi bagian dari pembentukan fasilitas yang lebih tahan lama di Bulan.

Pejabat program pangkalan Bulan NASA, Carlos Garcia-Galan, menyebut fasilitas itu dirancang untuk mendukung keberadaan astronaut dalam jangka panjang. Ia menggambarkan pangkalan tersebut sebagai lokasi yang bisa berkembang luas dan bertahan secara berkelanjutan di Bulan.

Garcia-Galan juga membayangkan pangkalan itu membentang hingga ratusan mil persegi dan dijaga drone bernama MoonFall di sejumlah titik perimeter. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa NASA tidak hanya menargetkan tempat singgah sementara, tetapi basis operasi yang dapat tumbuh menjadi kawasan besar.

Tujuan yang lebih luas dari sekadar eksplorasi

Administrator NASA, Jared Isaacman, mengatakan penanda wilayah di area itu dibuat untuk menghormati wahana atau peralatan milik negara lain yang berada di sekitar kawasan Bulan. Ia menegaskan bahwa proyek ini tidak semata soal eksplorasi.

Menurut Isaacman, proyek itu juga diarahkan untuk mendorong ekonomi luar angkasa, mendukung riset ilmiah, dan menjadi fondasi bagi misi manusia ke Mars. Ia menegaskan bahwa kembalinya manusia ke Bulan kini semakin dekat dan NASA belum akan melambat.

Dengan kontrak baru, target Artemis yang bertahap, dan rencana infrastruktur permanen, NASA semakin menempatkan Bulan sebagai titik awal operasi manusia yang lebih lama di luar Bumi. Fokus berikutnya kini bergantung pada kesiapan perangkat, keberhasilan pendaratan, dan pembangunan fasilitas yang mampu menopang aktivitas astronaut dalam jangka panjang.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version