Penerapan teknologi Multi Stage Fracturing atau MSF di Wilayah Kerja Rokan menjadi salah satu tumpuan untuk menjaga produksi minyak tetap bergerak dari lapangan yang karakter reservoir-nya sudah rendah. SKK Migas menyiapkan 15 sumur untuk program ini, dengan sasaran utama menghidupkan kembali aliran minyak yang tidak mudah keluar secara alami dari batuan.
Fokus tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan masuk ke dalam program Triple 100 yang memuat 100 sumur eksplorasi, 100 sumur pengembangan tambahan, dan 100 kegiatan MSF. Di tengah dorongan menjaga pasokan minyak nasional, langkah ini ditempatkan sebagai cara untuk memaksimalkan aset yang sudah ada, terutama di lapangan tua yang masih menyimpan cadangan besar.
Dorongan pada reservoir yang sulit mengalir
Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, meninjau langsung proyek sumur BLSE-050 di lapangan Balam South East yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan atau PHR. Dari peninjauan itu, terlihat bahwa MSF diposisikan sebagai solusi untuk lapangan low quality reservoir yang selama ini belum optimal menghasilkan minyak.
Rikky menegaskan bahwa teknologi ini memberi jalan bagi minyak yang sebelumnya tertahan di dalam batuan reservoir. “Program MSF ini merupakan salah satu upaya nyata untuk meningkatkan produksi dari lapangan-lapangan low quality reservoir,” ujarnya.
Sebaran 15 sumur dibagi ke tiga lokasi
Sebanyak 15 sumur high profile itu akan ditempatkan di tiga lokasi, yakni Lapangan Balam South East, Bangko, dan Kotabatak. Masing-masing lokasi akan mengoperasikan lima sumur MSF agar target produksi akhir tahun bisa didorong dari titik-titik yang dinilai paling potensial.
Pembagian ini menunjukkan bahwa strategi yang dipakai bukan sekadar mengejar jumlah sumur. Arah kerjanya lebih menekankan pada pemusatan aktivitas di area yang dinilai punya peluang produksi lebih besar dan lebih cepat memberi hasil.
Tahapan teknis masih berjalan berlapis
General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, menjelaskan bahwa batuan dengan kualitas reservoir rendah membuat aliran minyak secara alami menjadi terhambat. Karena itu, perekahan bertahap pada sumur horizontal dipilih untuk membantu minyak mengalir lebih optimal menuju permukaan.
Andre menyampaikan bahwa dua sumur pertama pada tahun ini sudah menyelesaikan fracturing stage 1 dan tengah bersiap memasuki tahap berikutnya. Rangkaian proses itu diproyeksikan berlangsung hingga delapan stage, dengan target onstream pada akhir Mei.
Selain dua sumur tersebut, ada dua sumur lain yang masih berada pada tahap pengeboran. Di sisi lain, empat sumur juga sudah dinyatakan siap untuk dibor, sehingga aktivitas pengembangan di lapangan berjalan secara bertahap dan mengikuti urutan pekerjaan teknis yang diperlukan.
Dukungan pemerintah dan kehati-hatian biaya
Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah, mulai dari penyediaan peralatan, pembebasan lahan, hingga penguatan kapasitas operasional. Dukungan tersebut dianggap penting agar percepatan di lapangan tetap berjalan tanpa mengganggu aspek keselamatan kerja.
Rikky menekankan bahwa SKK Migas terus mendorong agar pelaksanaan program berlangsung cepat, tetapi tetap menjaga efisiensi biaya dan keandalan operasi. Tiga hal itu, menurut dia, harus berjalan bersama supaya peningkatan produksi bisa berlangsung berkelanjutan.
Dalam konteks ketahanan energi nasional, optimalisasi sumur tua melalui MSF menjadi bagian dari upaya memperkuat suplai minyak dengan memanfaatkan aset yang sudah tersedia. Dengan target 15 sumur di Blok Rokan, SKK Migas dan PHR menempatkan teknologi ini sebagai instrumen penting untuk mengangkat produksi dari reservoir yang selama ini kurang produktif, terutama di Balam South East, Bangko, dan Kotabatak.