MSCI Goyang Saham Prajogo, CUAN Dan BRPT Kompak Tertekan Di Tengah IHSG Merah

Tekanan jual di pasar saham tidak hanya datang dari satu emiten, tetapi merembet ke sejumlah saham besar yang selama ini jadi penopang indeks. Di tengah kondisi itu, saham-saham milik Prajogo Pangestu ikut terseret, dengan CUAN dan BRPT menjadi dua nama yang paling terpukul setelah keluar dari MSCI.

Pelemahan paling tajam terlihat pada PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT). CUAN merosot 10,05 persen ke Rp850, sedangkan BRPT terkoreksi 8,77 persen ke Rp2.080.

Keduanya mendapat tekanan setelah pengumuman rebalancing MSCI yang membuat mereka terlempar dari indeks. Sentimen itu langsung terbaca di perdagangan yang bergerak rapuh dan memperburuk tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Tidak berhenti di dua saham tersebut, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga ikut melemah 9,09 persen ke posisi Rp3.700. Koreksi yang terjadi pada sejumlah emiten berbobot besar ini membuat arah pasar semakin berat sepanjang perdagangan.

IHSG akhirnya ditutup turun 1,98 persen ke level 6.723 pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Sepanjang sesi, indeks sempat bergerak di rentang 6.705 hingga 6.787 dengan nilai transaksi Rp18,61 triliun, volume 29,44 miliar saham, dan frekuensi 2,24 juta kali.

Tekanan pasar terlihat lebih luas karena saham berkapitalisasi besar lain juga ikut terkoreksi. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bahkan anjlok 14,85 persen di indeks syariah Jakarta Islamic Index (JII) ke level Rp4.300.

Di sisi sektoral, kelompok basic materials menjadi penekan utama pasar dengan penurunan 4,43 persen. Sektor infrastruktur menyusul turun 2,72 persen, sementara sektor energi melemah 1,61 persen.

Meski pasar cenderung merah, tidak semua sektor ikut tertekan. Sektor transportasi justru naik 4,89 persen, sedangkan sektor industrials masih bertahan di zona hijau dengan penguatan 1,26 persen.

Beberapa saham unggas tampil menonjol di tengah koreksi indeks. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) memimpin daftar top gainers LQ45 setelah naik 4,52 persen ke level 4.160, disusul PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang menguat 4,10 persen menjadi 2.540.

PT Dewa United Tbk (DEWA) juga masuk daftar penguatan dengan kenaikan 2,11 persen ke level 484. Di indeks JII, CPIN dan JPFA kembali muncul sebagai penguat, bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang naik 1,98 persen ke level 1.030.

Dari pasar valuta asing, rupiah berada di level Rp17.460 per dolar Amerika Serikat dan menguat 0,17 persen. Namun, penguatan mata uang itu belum cukup untuk menahan tekanan yang datang dari pelemahan saham-saham besar dan efek keluar masuk indeks global.

Kombinasi rebalancing MSCI, aksi jual pada emiten berkapitalisasi besar, dan koreksi sektor berbobot membuat IHSG sulit bertahan di zona hijau. Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen terhadap saham unggulan masih sangat sensitif terhadap perubahan komposisi indeks global.

Source: www.suara.com
Exit mobile version