MPV Hybrid Keluarga Ini Menawarkan Jarak Tempuh Lebih Dari 1.800 Km, BYD M6 DM Andalkan Efisiensi Tinggi

BYD M6 DM datang dengan tawaran yang sulit diabaikan bagi keluarga yang ingin efisien tanpa terlalu bergantung pada pengisian daya. MPV ini mengusung teknologi Dual Mode atau plug-in hybrid, lalu diklaim mampu menempuh total lebih dari 1.800 km dalam kondisi tertentu.

Keunggulan itu membuatnya menempati posisi menarik di tengah pasar medium MPV yang selama ini banyak diisi mobil bensin murni dan hybrid. BYD tampaknya menargetkan konsumen yang masih ragu terhadap infrastruktur pengisian daya, tetapi tetap ingin merasakan biaya operasional harian yang lebih hemat.

Efisiensi jadi senjata utama

Sorotan terbesar pada M6 DM bukan hanya pada statusnya sebagai MPV elektrifikasi, tetapi pada klaim efisiensinya. BYD menyebut konsumsi bahan bakarnya bisa mencapai 65 km/liter dalam pengendaraan tertentu, sementara motor listrik disebut dominan dalam 80% pengendaraan normal.

Kombinasi itu membuat mobil ini diposisikan sebagai solusi praktis untuk mobilitas keluarga jarak jauh. BYD juga menekankan bahwa pendekatan ini tidak sekadar mengejar citra ramah lingkungan, melainkan benar-benar diarahkan untuk kebutuhan harian pengguna.

Desain dibuat beda dari versi listrik

Secara tampilan, M6 DM tidak mengikuti bentuk M6 versi EV. Di bagian depan, mobil ini memakai grille radiator model trapesium, sedangkan sisi bodinya mendapat over fender plastik hitam yang memberi kesan lebih kokoh.

Identitas itu diperkuat oleh emblem Cross yang ditempel pada bodi. Meski tampil lebih berkarakter crossover, M6 DM tetap mempertahankan postur medium MPV agar fungsinya sebagai kendaraan keluarga tetap terasa.

Kabin tujuh penumpang dan ruang yang lega

Dimensi mobil ini tercatat panjang 4.710 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.690 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.785 mm, yang menjadi dasar stabilitas sekaligus membantu menyediakan ruang kabin yang lapang untuk tujuh penumpang.

Di dalam kabin, BYD tetap mempertahankan layar sentuh 10,25 inci yang bisa berputar secara elektrik. Kenyamanan juga ditopang oleh panoramic sunroof, yang memberi kesan lebih terbuka dari baris depan sampai baris ketiga.

Mesin bensin hanya salah satu bagian dari sistem

Untuk penggerak, M6 DM memakai teknologi DM generasi 5.0. Sistem ini menggabungkan mesin bensin 1.5 liter naturally aspirated dengan siklus Atkinson dan motor listrik performa tinggi.

Mesin bensinnya menghasilkan 75 kW atau 100 hp dengan torsi 125 Nm. Rasio kompresinya mencapai 16:1, sementara dalam penggunaan normal motor listrik menjadi penggerak utama dan mesin bensin lebih sering berfungsi sebagai generator.

Pendekatan itu membuat respons tetap terjaga tanpa mengorbankan efisiensi. BYD mengklaim akselerasi 0-100 km/jam dapat ditempuh dalam 9,1 detik.

Baterai Blade dan transisi penggerak yang halus

M6 DM dibekali Blade Battery Lithium Iron Phosphate atau LFP. Kapasitas baterainya belum diumumkan, tetapi saat terisi penuh mobil ini diklaim mampu berjalan dalam mode listrik murni lebih dari 100 kilometer berdasarkan standar WLTP.

Saat daya baterai menurun, mesin bensin akan aktif untuk mengisi ulang atau membantu roda ketika mobil membutuhkan traksi penuh di kecepatan tinggi. BYD menyebut perpindahan kerja sistem ini berlangsung halus tanpa entakan yang mengganggu kenyamanan.

Klaim jarak tempuh total yang melewati 1.800 km menjadi angka yang paling menonjol dari model ini. Dengan kombinasi itu, M6 DM dibaca sebagai langkah BYD untuk memperluas strategi elektrifikasi di Indonesia, bukan hanya mengandalkan mobil listrik baterai penuh.

Meski harga resminya belum diumumkan, unit BYD M6 DM sudah mulai dipajang di seluruh jaringan BYD di Indonesia pada 19 Mei 2026. Konsumen juga sudah bisa melakukan test drive dan pemesanan di jaringan tersebut.

Source: www.oto.com

Baca Juga

Back to top button