Di tengah persaingan kelas menengah yang makin padat, Motorola memilih jalur yang paling mudah menarik perhatian: baterai besar. Moto G37 Power menjadi model yang paling menonjol di seri Moto G37 karena membawa baterai 7.000mAh, kapasitas yang disebut Motorola sebagai yang terbesar di segmennya.
Langkah itu langsung menempatkan varian Power sebagai opsi untuk pengguna yang lebih memprioritaskan daya tahan harian ketimbang angka pengisian yang paling cepat. Motorola memang tetap menyiapkan pengisian cepat kabel 30W untuk model ini, tetapi perusahaan juga menyebut waktu isi ulangnya masih akan terasa mirip dengan versi standar karena kapasitas baterainya jauh lebih besar.
Dua model, satu panggung penjualan
Moto G37 dan Moto G37 Power sama-sama akan dijual lewat Flipkart. Strategi ini membuat kedua perangkat berada di etalase digital yang sama, sehingga calon pembeli dapat membandingkan keduanya dengan lebih mudah sejak awal.
Motorola juga sudah menetapkan 19 Mei 2026 sebagai hari peluncuran resmi seri Moto G37 di India. Dengan jadwal tersebut, perusahaan tampak ingin segera masuk ke persaingan yang mengandalkan kombinasi harga, spesifikasi, dan daya tahan baterai.
Perbedaan utama ada di baterai
Jika Moto G37 Power unggul lewat kapasitas 7.000mAh, Moto G37 reguler datang dengan baterai 5.200mAh. Model standar itu juga mendukung pengisian cepat kabel 20W, sehingga jarak utama di antara keduanya memang terletak pada daya tahan dan kemampuan isi ulang.
Bagi pengguna yang sering jauh dari colokan, selisih kapasitas ini menjadi pembeda paling jelas. Motorola seolah menempatkan model Power sebagai jawaban untuk kebutuhan penggunaan lebih lama dalam satu kali pengisian.
Spesifikasi inti dibuat seragam
Di luar sektor baterai, kedua ponsel membawa fondasi yang sama. Moto G37 dan Moto G37 Power sama-sama memakai chipset MediaTek Dimensity 6400, RAM 4GB, sistem operasi Android 16 dengan antarmuka standar, serta dukungan jaringan 5G.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Motorola tidak ingin memisahkan kedua model lewat performa inti. Fokus perbedaan justru diarahkan ke ketahanan baterai dan kapasitas penyimpanan, bukan ke kekuatan pemrosesan.
Layar dan tampilan tetap identik
Seri ini juga berbagi layar yang sama, yakni panel IPS 6,67 inci dengan resolusi HD+, refresh rate 120Hz, tingkat kecerahan 1.050 nits, dan perlindungan Corning Gorilla Glass 7i. Kombinasi ini menempatkan seri Moto G37 pada posisi yang cukup menarik untuk penggunaan harian dan konsumsi konten.
Resolusi HD+ membantu menjaga posisi harga tetap terjangkau, sementara refresh rate 120Hz memberi pengalaman yang lebih mulus saat menjelajah menu atau media sosial. Kecerahan 1.050 nits dan perlindungan Gorilla Glass 7i juga menambah nilai praktis pada layar yang dipakai kedua model.
Penyimpanan dan kamera dibedakan secukupnya
Motorola memberi pilihan penyimpanan yang tidak sepenuhnya sama. Moto G37 hadir dalam varian 64GB, 128GB, dan 256GB dengan teknologi UFS 2.2, sedangkan Moto G37 Power hanya tersedia dalam opsi 128GB dan 256GB.
Perbedaan itu membuat model Power terasa lebih diposisikan untuk pengguna yang butuh ruang lebih lega sejak awal. Sementara itu, sektor kamera tidak dijadikan pembeda karena keduanya sama-sama mengusung kamera belakang 50MP dan kamera depan 8MP.
Dengan susunan seperti ini, Motorola tampak sengaja menahan perbedaan hanya pada titik yang paling mudah dijual ke pasar. Seri Moto G37 akan bertumpu pada 5G, Android 16, layar 120Hz, dan terutama baterai besar pada varian Power saat mulai hadir di India melalui Flipkart.
Source: tech.sportskeeda.com