Mini PC ASUS Ini Punya NPU 80 TOPS, Tapi RAM-nya Tetap Terkunci di 32GB

ASUS tidak sekadar menambah satu lagi mini PC ke pasar. Lewat Ascent QN10, perusahaan ini langsung mendorong kategori perangkat mungil ke arah yang lebih serius untuk komputasi AI modern.

Daya tarik utamanya ada pada Snapdragon X2 Elite yang dibawanya. Perangkat ini juga tercatat sebagai mini PC pertama di dunia dengan NPU 80 TOPS, sehingga posisinya terasa lebih dekat ke perangkat kerja berbasis AI daripada mini PC rumahan biasa.

AI besar dalam bodi kecil

ASUS membekali Ascent QN10 dengan CPU Qualcomm Oryon generasi ketiga berisi 18 inti. Di sisi grafis, perangkat ini memakai GPU Qualcomm Adreno X2 dan NPU Qualcomm Hexagon yang mampu mencapai 80 TOPS pada INT8.

Kombinasi itu membuat Ascent QN10 menonjol di kelasnya. ASUS tampak ingin menunjukkan bahwa bodi ringkas tidak harus identik dengan kemampuan terbatas, terutama saat beban kerja AI semakin sering masuk ke perangkat desktop kecil.

Ada batas di memori

Di balik spesifikasi yang agresif, ada satu kompromi yang cukup jelas. ASUS hanya menyediakan dukungan memori hingga 32GB LPDDR5x dengan kecepatan 8533 atau 9600MHz, dan kapasitas itu tidak bisa di-upgrade oleh pengguna.

Batas ini menjadi pembeda penting dibanding banyak mini PC berbasis Intel atau AMD yang masih memberi jalur peningkatan lewat SODIMM. Untuk kerja kantor, hiburan, dan kebutuhan AI umum, 32GB masih tergolong memadai, tetapi skenario yang lebih berat seperti menjalankan model AI lokal berukuran besar akan lebih cepat menyentuh batas.

Penyimpanan masih memberi ruang

Meski RAM terkunci, sektor penyimpanan justru dibuat cukup fleksibel. ASUS menyiapkan pilihan 512GB, 1TB, dan 2TB, dengan kapasitas maksimum total hingga 4TB.

Perangkat ini juga membawa dua slot M.2 2280, masing-masing untuk SSD PCIe Gen 5 dan SSD PCIe Gen 4. Skema itu memberi ruang ekspansi yang tetap serius untuk perangkat seukuran mini PC.

Port lengkap untuk kebutuhan kerja

Ascent QN10 tidak memangkas konektivitas hanya demi ukuran. Di bagian depan tersedia dua USB4 Type C dengan dukungan DP1.4, PD, 5V/3A, dan kecepatan 40Gbps, ditambah dua USB A serta satu jack audio.

Di bagian belakang, ASUS menambahkan satu USB4 Type C lagi, dua USB A 3.2, satu HDMI 2.1 FRL, dan satu RJ45 2.5GbE. Untuk jaringan nirkabel, perangkat ini mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4, sementara koneksi kabelnya juga diperkuat Realtek 2.5G LAN.

ASUS menyebut perangkat ini mampu menangani hingga empat layar sekaligus melalui HDMI dan tiga USB-C. Hal itu membuat Ascent QN10 lebih relevan untuk meja kerja yang membutuhkan banyak tampilan sekaligus.

Langsung masuk jalur Copilot+

Karena berbasis Snapdragon X2 Elite, Ascent QN10 juga kompatibel penuh dengan Copilot+. Posisi ini menempatkannya di kelompok perangkat baru yang memang disiapkan untuk beban kerja AI modern.

Pendekatan ASUS di sini terlihat cukup tegas. Mini PC ini dibuat ringkas, tetapi tetap membawa klaim performa AI yang sangat tinggi untuk ukuran perangkat desktop kecil.

Dimensi ringkas, spesifikasi tetap serius

Secara fisik, Ascent QN10 berukuran 130 x 130 x 40 mm dengan bobot 720 gram. ASUS menyertainya dengan adaptor daya 180W DC in serta tingkat kebisingan maksimal 53 dBA pada mode kecepatan penuh dan 0 RPM saat idle.

Perangkat ini juga mencantumkan rentang suhu operasi 0-40°C, suhu penyimpanan -40 hingga 60°C, serta kelembapan 0%-92% non-condensing. Sertifikasinya meliputi BSMI, CB, CE, FCC, UL, CCC, C-Tick, WiFi, RF, dan VCCI.

Dengan gabungan NPU 80 TOPS, port yang lengkap, dan desain yang tetap ringkas, Ascent QN10 menjadi salah satu mini PC paling agresif di kelasnya. Yang masih ditunggu sekarang tinggal harga dan ketersediaannya di pasar.

Baca Juga

Back to top button