Meski Sudah Terdegradasi, Semen Padang Tetap Bidik Kemenangan Terakhir Saat Menjamu Persebaya Surabaya

Meski status degradasi sudah tak bisa dihindari, Semen Padang tetap membawa target yang jelas saat menjamu Persebaya Surabaya. Tim asuhan Imran Nahumarury tidak ingin menutup musim dengan sikap ala kadarnya, terutama ketika tampil di hadapan publik sendiri pada pekan ke-33 Super League di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (15/5/2026) pukul 15.30 WIB.

Bagi Kabau Sirah, laga ini bukan sekadar formalitas karena posisi di klasemen sudah aman dari pengaruh hasil. Justru di fase seperti inilah profesionalisme tim diuji, dan Imran menegaskan seluruh persiapan tetap berjalan normal seperti pertandingan biasa.

Tetap serius sampai musim berakhir

Imran menilai setiap laga wajib dijalani dengan tanggung jawab penuh, meski hasilnya tidak lagi mengubah nasib tim. Karena itu, Semen Padang masih menargetkan performa terbaik pada dua pertandingan tersisa, baik saat main di kandang maupun tandang.

Pelatih yang pernah menangani Malut United itu juga ingin para pemain tampil antusias. Harapan paling besar tentu datang dari kemenangan terakhir yang bisa dipersembahkan kepada pendukung di Padang.

Peluang rotasi besar di lini pemain

Di tengah situasi yang sudah tidak menentukan secara hasil, Semen Padang membuka peluang melakukan banyak perubahan susunan pemain. Langkah itu disiapkan agar para pemain yang selama ini minim menit bermain mendapat kesempatan tampil lebih banyak.

Imran melihat energi skuad tetap terjaga dan perubahan komposisi menjadi bagian dari rencana tim. Ia juga ingin laga sisa musim ini menjadi panggung bagi pemain-pemain pelapis yang belum banyak mendapat kesempatan.

“Saya lihat pemain juga sangat bersemangat. Yang pasti, besok akan banyak perubahan. Saya ingin mencoba pemain-pemain yang menit bermainnya kurang musim ini,” kata Imran.

Ada kendala kebugaran dan sanksi kartu

Upaya menutup musim dengan hasil terhormat tetap dibayangi masalah kebugaran pemain. Sejumlah nama disebut belum berada dalam kondisi ideal untuk turun penuh pada laga melawan Persebaya.

Boubakary Diarra, Ravy Tsuoka, Kazaki Nakagawa, dan Angelo Meneses masih diragukan tampil. Selain itu, Jaime Geraldo dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning.

Kondisi tersebut membuat dua laga terakhir terasa berat bagi Semen Padang. Namun, Imran memastikan persiapan tetap dilakukan semaksimal mungkin agar tim masih bisa menjaga kualitas penampilan hingga musim selesai.

Laga terakhir di kandang sendiri

Pertemuan dengan Persebaya juga punya arti khusus karena menjadi pertandingan kandang terakhir Semen Padang pada musim ini. Situasi itu membuat hasil positif terasa penting, bukan hanya untuk poin, tetapi juga untuk citra tim di depan pendukung sendiri.

Imran menilai kemenangan akan menjadi hadiah terbaik bagi masyarakat Padang yang terus memberi dukungan. Di tengah tekanan degradasi, ia tetap ingin timnya menutup kesempatan tampil di rumah sendiri dengan penampilan yang pantas.

Ia pun belum menutup peluang meraih hasil maksimal di dua laga tersisa. “Harus diakui, dua laga terakhir adalah berat. Tapi kami sudah siapkan semuanya. Kalau di dua laga terakhir bisa dapat enam poin, kenapa tidak. Tapi kita juga harus realistis,” tutupnya.

Source: www.suara.com
Exit mobile version