Pertanyaan tentang 8 miliar manusia yang melompat serentak terdengar seperti eksperimen raksasa yang bisa mengguncang planet. Kenyataannya, Bumi hampir tidak akan bergeming karena massa planet ini memang terlalu besar dibandingkan total massa manusia di permukaannya.
Secara fisika, lompatan massal tetap menghasilkan getaran. Namun, getaran itu lebih tepat disebut gangguan kecil yang bisa direkam alat, bukan dorongan yang mampu mengubah perilaku Bumi secara besar.
Jejak getaran yang memang bisa diukur
Gagasan ini pernah diuji lewat eksperimen yang dipimpin jurnalis sains Greg Foot untuk BBC Earth Lab. Sekitar 50.000 orang diminta melompat pada waktu yang sama, sementara getarannya dipantau dari jarak kurang lebih 1,5 kilometer.
Hasil pengukuran menunjukkan adanya sinyal kecil yang tertangkap instrumen. Meski begitu, efeknya tetap terbatas dan tidak menimbulkan perubahan besar pada permukaan Bumi.
Dari data percobaan tersebut, Foot kemudian memperkirakan dampaknya jika jumlah peserta diperbesar hingga setara populasi global. Hasil pendekatan itu tetap mengarah pada kesimpulan yang sama, yaitu lompatan manusia serempak memang nyata secara fisika, tetapi skalanya terlalu kecil untuk memberi pengaruh besar.
Mengapa planet ini tidak mudah terdorong
Perbandingan paling penting ada pada massa. Bumi memiliki massa yang sangat jauh lebih besar daripada gabungan massa seluruh manusia, sehingga dorongan dari lompatan serentak tidak cukup kuat untuk mengubah rotasi planet secara berarti.
Contoh dari peristiwa besar di Bumi justru datang dari gempa dahsyat di Jepang. Referensi menyebut kejadian itu sempat mempercepat rotasi Bumi dan memendekkan panjang hari sekitar 1,8 mikrodetik.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa Bumi memang bisa merespons gangguan besar. Tetapi lompatan manusia berada jauh di bawah skala energi gempa besar, sehingga dampaknya tidak bisa disamakan.
Apa yang paling mungkin terjadi
Jika seluruh manusia melompat bersamaan, efek yang muncul kemungkinan hanya berupa impuls singkat. Instrumen seismik bisa saja menangkapnya, tetapi perubahan yang dirasakan manusia di banyak tempat hampir tidak ada.
Dalam skala global, kejadian itu lebih mirip gangguan lokal daripada peristiwa planet. Getaran mungkin tercatat, tetapi tidak cukup kuat untuk membuat Bumi bergoyang luas atau mengubah rotasinya secara nyata.
Eksperimen 50.000 orang tadi memberi petunjuk bahwa bahkan pada skala yang jauh lebih kecil, hasilnya tetap minim. Karena itu, penambahan jumlah hingga miliaran orang tidak otomatis membuat efeknya menjadi dramatis.
Rasa penasaran yang dijawab lewat fisika
Pertanyaan sederhana ini menarik karena memperlihatkan hubungan antara massa, energi, dan skala planet. Dari sisi fisika, gerakan kolektif manusia tetap kalah jauh dibanding proses geologis yang benar-benar membentuk dan memengaruhi Bumi.
Itulah sebabnya lompatan serentak seluruh manusia tidak akan mengguncang planet secara hebat. Yang tersisa hanya jejak getaran kecil yang cukup menarik untuk eksperimen sains, tetapi tidak cukup besar untuk mengubah Bumi secara berarti.
Source: www.idntimes.com




