Kemenangan atas Oman membuat posisi Timnas Indonesia langsung mendapat sorotan. Namun, John Herdman memilih tidak ikut terbawa suasana dan justru meminta Garuda tetap rendah hati setelah hasil meyakinkan itu.
Sikap hati-hati sang pelatih muncul di tengah hasil besar yang diraih Indonesia pada laga uji coba FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Timnas Indonesia menang 3-0 dan mengakhiri penantian panjang selama 38 tahun untuk bisa mengatasi Oman.
Tiga gol Indonesia dicetak oleh Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen. Hasil itu terasa semakin istimewa karena Indonesia yang berada di peringkat 122 FIFA berhasil menaklukkan Oman yang menempati posisi 79.
Skor telak tersebut menunjukkan Garuda mampu tampil efektif saat menghadapi lawan dengan ranking lebih tinggi. Indonesia tidak hanya bertahan dengan baik, tetapi juga memaksimalkan peluang yang datang di depan gawang.
Bagi publik, kemenangan ini menjadi salah satu capaian paling menonjol dalam agenda FIFA Matchday. Laga tersebut juga memberi sinyal bahwa Indonesia punya potensi tampil lebih tajam ketika kesempatan menyerang terbuka.
Meski begitu, Herdman menilai kemenangan besar belum berarti semua pekerjaan sudah selesai. Ia menegaskan masih ada beberapa aspek permainan yang perlu dibenahi sebelum tim benar-benar mencapai level yang sempurna.
Karena itu, fokus tim tidak dibiarkan lama tertahan di kemenangan atas Oman. Herdman langsung mengalihkan perhatian skuad ke laga berikutnya melawan Mozambik agar para pemain tetap menjaga konsentrasi.
Pertandingan melawan Mozambik dijadwalkan berlangsung di Stadion GBK pada Selasa (9/6) pukul 20.00 WIB. Duel itu juga menjadi tantangan tersendiri karena Indonesia memiliki catatan kurang ideal saat menghadapi tim asal Afrika, dengan tiga kemenangan dan 13 kekalahan.
Modal dari kemenangan atas Oman jelas bernilai besar karena diraih atas lawan yang memiliki peringkat FIFA lebih tinggi. Tetapi Herdman tampaknya ingin memastikan momentum itu tidak berhenti sebagai kejutan sesaat dan tetap dibawa dengan disiplin ke pertandingan berikutnya.





