Melintas Dekat Bumi Tanpa Bahaya, Asteroid 2026 JH2 Tetap Dipantau NASA

Pemantauan terhadap asteroid dekat Bumi kembali menjadi sorotan setelah 2026 JH2 lewat dalam jarak yang sangat aman dari planet kita. Objek ini melintas pada Mei 2026 dengan jarak sekitar 2,1 juta kilometer, atau setara 5,5 kali jarak Bumi ke Bulan.

NASA menegaskan lintasan itu tidak menimbulkan ancaman bagi dunia. Status tersebut sejalan dengan penilaian bahwa 2026 JH2 bukan termasuk asteroid berbahaya atau potentially hazardous asteroid, karena tidak memiliki potensi tumbukan dengan Bumi dalam waktu dekat.

Ukuran asteroid ini diperkirakan mencapai puluhan meter. Benda langit dengan ukuran seperti itu umumnya memang tidak terlihat dengan mata telanjang, tetapi masih dapat dipantau melalui teleskop amatir berukuran menengah saat kondisi langit cerah dan polusi cahaya rendah.

Meski aman, lintasan 2026 JH2 tetap penting bagi astronom. Setiap kemunculan asteroid dekat Bumi memberi kesempatan untuk memperbarui data tentang objek dekat Bumi atau near-Earth object, sekaligus membantu ilmuwan membaca perubahan orbit dengan lebih akurat.

Pengamatan semacam ini juga berguna untuk memahami perilaku benda langit kecil di ruang angkasa. Data lintasan yang terkumpul membantu memperkuat basis pengetahuan astronomi dan memberi gambaran yang lebih baik tentang pergerakan objek serupa di masa depan.

Di sisi lain, momen seperti ini kerap menarik perhatian astronom amatir. Mereka sering memanfaatkannya untuk astrofotografi dengan teknik long exposure, yang dapat memberi nilai tambah dalam pelacakan asteroid yang bergerak cepat.

International Astronomical Union atau IAU menyoroti peran pengamat independen dalam proses ini. Menurut IAU, kontribusi mereka sangat membantu untuk melacak asteroid kecil yang bergerak di sekitar orbit planet kita.

Walau 2026 JH2 dinyatakan aman, pemantauan terhadap objek dekat Bumi tetap berjalan. Langkah ini penting karena orbit asteroid dapat berubah akibat pengaruh gravitasi planet lain maupun radiasi matahari.

Karena itu, pengamatan berkelanjutan tetap diperlukan agar posisi asteroid bisa diperkirakan dengan lebih akurat di masa depan. Untuk 2026 JH2, data yang tersedia saat ini menunjukkan lintasannya aman dan tidak menimbulkan risiko bagi Bumi.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button