Mei 2026 Punya Dua Keunikan Sekaligus, Blue Moon Itu Juga Ternyata Micromoon

Bulan pada 31 Mei 2026 tidak hanya menarik karena statusnya sebagai blue moon, tetapi juga karena tampil dalam ukuran yang sedikit lebih kecil dari biasanya. Kombinasi ini membuat satu peristiwa langit menyimpan dua ciri sekaligus: langka dalam hitungan kalender, dan berbeda dalam tampilan visual.

Fenomena tersebut terjadi ketika Bulan purnama kedua muncul dalam satu bulan kalender yang sama. Dalam kasus Mei 2026, purnama pertama sudah lebih dulu hadir di awal bulan, lalu purnama berikutnya masih sempat muncul sebelum bulan berganti.

Mengapa dua purnama bisa masuk dalam satu bulan

Secara astronomi modern, blue moon mengacu pada purnama kedua dalam satu bulan kalender. Hal ini bisa terjadi karena siklus Bulan purnama berlangsung sekitar 29,5 hari, hampir sejalan dengan panjang satu bulan kalender.

Karena selisih waktunya tidak terlalu jauh, kondisi tertentu memungkinkan dua purnama hadir dalam satu bulan yang sama. Situasi seperti itu biasanya muncul saat purnama pertama jatuh di awal bulan.

Istilah blue moon sendiri sudah lama dikenal dalam budaya populer dan cerita rakyat. Definisi modernnya mulai luas dipakai setelah dimuat dalam majalah Sky and Telescope pada 1946, lalu semakin dikenal setelah muncul dalam buku anak The Kids’ World Almanac of Records and Facts pada 1985.

Ahli folklor Philip Hiscock bahkan menyebut blue moon sebagai bagian dari folklor modern yang terus berkembang di masyarakat. Karena itu, istilah ini lebih dekat dengan tradisi bahasa dan budaya ketimbang penanda perubahan fisik pada Bulan.

Bukan berarti Bulan berubah menjadi biru

Banyak orang masih mengira blue moon membuat Bulan tampak biru. Padahal, dalam sebagian besar peristiwa, warna Bulan tidak berubah sama sekali.

Istilah blue moon tidak merujuk pada warna fisik satelit Bumi, melainkan pada status astronomi dan budaya populer. Bulan baru bisa tampak kebiruan dalam kondisi tertentu, misalnya ketika atmosfer Bumi dipenuhi debu atau asap dalam jumlah besar.

Letusan gunung berapi dan kebakaran hutan dapat memicu kondisi seperti itu. Saat itu terjadi, cara cahaya dipantulkan dapat berubah dan memberi kesan warna yang berbeda pada Bulan.

Kategori bulanan dan musiman

Blue moon dikenal dalam dua bentuk, yaitu bulanan dan musiman. Blue moon bulanan muncul ketika ada dua Bulan purnama dalam satu bulan kalender yang sama.

Sementara itu, blue moon musiman terjadi saat satu musim astronomi memuat empat Bulan purnama, padahal biasanya hanya tiga. Dalam kondisi tersebut, purnama ketiga disebut sebagai blue moon musiman.

Fenomena blue moon musiman berikutnya diperkirakan terjadi pada 20 Mei 2027. Adapun blue moon pada 31 Mei 2026 masuk kategori bulanan karena menjadi purnama kedua sepanjang Mei 2026.

Sekaligus micromoon

Selain sebagai blue moon bulanan, momen 31 Mei 2026 juga berstatus micromoon. Istilah ini dipakai ketika Bulan berada di titik terjauh dari Bumi, atau apogee.

Karena posisinya itu, Bulan akan tampak sedikit lebih kecil dibandingkan saat supermoon. Kombinasi keduanya membuat pengamatan pada malam itu terasa lebih menarik, terutama bagi yang mengikuti pergerakan Bulan dari waktu ke waktu.

Bagi pengamat langit, peristiwa ini menawarkan dua lapis keunikan dalam satu momen. Satu sisi menunjukkan purnama kedua dalam satu bulan kalender, sementara sisi lain memperlihatkan Bulan yang sedang berada lebih jauh dari Bumi.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button