Penghormatan negara terhadap Marsinah kini memiliki ruang fisik yang bisa dikunjungi dan dipelajari. Di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah sekaligus Rumah Singgah sebagai penanda baru bagi jejak perjuangan buruh di Indonesia.
Peresmian itu menempatkan Marsinah bukan hanya sebagai nama dalam sejarah gerakan pekerja, tetapi juga sebagai sosok yang diabadikan melalui ruang memorial. Prosesi tersebut dipantau dari YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, lalu Prabowo mengucapkan peresmian dan menandatangani prasasti sebagai tanda dimulainya operasional fasilitas itu.
Ruang memorial di rumah masa kecil
Museum Marsinah dibangun di kawasan rumah masa kecil Marsinah. Ruang itu dirancang untuk menyimpan arsip dan barang pribadi milik Marsinah, sekaligus menjadi tempat yang merekam kembali perjalanan hidupnya sebagai aktivis buruh.
Sebelum acara peresmian, Prabowo sempat berkeliling museum untuk melihat jejak kehidupan serta peninggalan Marsinah. Ia menyebut kamar dan sejumlah barang peninggalan Marsinah masih dipertahankan seperti semula.
Di lokasi yang sama juga tersedia rumah singgah bagi pekerja dari berbagai daerah. Kehadiran fasilitas ini membuat kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang ingatan, tetapi juga sebagai tempat singgah yang lebih praktis bagi kalangan buruh.
Marsinah dan posisi penting dalam gerakan buruh
Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh yang pernah menjadi negosiator ratusan pekerja dalam aksi pemogokan. Aksi itu muncul karena perusahaan tempat mereka bekerja tidak menerapkan upah minimum dan otonomi serikat buruh.
Namanya kemudian semakin lekat dengan perjuangan pekerja setelah ia menghilang pada 5 Mei 1993. Empat hari kemudian, jasadnya ditemukan, dan peristiwa itu menempatkannya sebagai salah satu simbol penting dalam gerakan buruh di Indonesia.
Prabowo menyebut dirinya merasa terhormat bisa meresmikan museum tersebut. Ia juga mengatakan bahwa organisasi buruh sebelumnya mengusulkan nama Marsinah sebagai calon pahlawan nasional dan seluruh organisasi buruh menyepakati nama itu.
Dalam pernyataannya, Prabowo mengatakan bahwa ia kemudian menetapkan Marsinah sebagai pahlawan nasional. Marsinah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Prabowo Subianto pada 10 November 2025.
Dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih
Peresmian museum di Nganjuk turut dihadiri sejumlah pejabat negara. Mereka antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
Hadir pula Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin, Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Menteri PPPA Arifah Fauzi. Sejumlah pejabat lain yang hadir adalah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, dan Seskab Teddy Indra Wijaya.
Dengan peresmian ini, penghormatan kepada Marsinah tidak berhenti pada simbol semata. Negara kini memiliki ruang yang sekaligus menyimpan ingatan, arsip, dan fasilitas singgah bagi pekerja di tempat yang terkait langsung dengan kehidupan masa kecilnya.
Source: kalteng.antaranews.com




