Bagi Arema FC, lokasi pertandingan bukan alasan untuk mengendurkan fokus saat berjumpa Persik Kediri. Marcos Santos menegaskan timnya harus tetap tampil kuat secara mental meski laga derbi Jawa Timur itu digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, bukan di markas asli Persik.
Pertandingan pekan ke-31 Super League 2025-2026 ini dijadwalkan berlangsung Minggu (3/5) sore pukul 15.30 WIB. Perubahan venue dari Stadion Brawijaya, Kediri, ke Gresik membuat duel ini memiliki warna berbeda, tetapi Marcos tidak ingin situasi itu menggeser perhatian dari target utama di lapangan.
Sikap tegas itu muncul karena Arema FC ingin menjaga konsistensi saat tekanan datang dari luar permainan. Pelatih asal Brasil tersebut meminta para pemain menyiapkan taktik dengan matang dan tidak kehilangan konsentrasi ketika menghadapi Persik.
Menurut Marcos, para pemain sudah memahami tuntutan tersebut. Karena itu, Arema FC diharapkan tetap mampu bersaing dengan baik meski laga tidak berlangsung di kandang Persik yang biasa.
Di sisi lain, Marcos juga menilai Gresik bukan tempat yang sepenuhnya netral. Ia menyebut Persik Kediri sudah beberapa kali bermain di sana pada musim ini, bahkan kemungkinan dua atau tiga kali, sehingga status tuan rumah tetap terasa meski lokasi bergeser.
Pandangan itu membuat persiapan Arema FC menjadi semakin penting. Tim harus merespons situasi dengan disiplin sejak awal agar tidak memberi ruang bagi lawan untuk mengendalikan pertandingan.
Laga ini juga menambah rangkaian derbi Jawa Timur yang kembali menyedot perhatian. Pekan sebelumnya, Arema FC lebih dulu menghadapi Persebaya di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali, sebelum kini beralih ke duel kontra Persik di Gresik.
Dengan tensi dan kepentingan yang tinggi, pertandingan ini tidak hanya bicara soal adaptasi venue. Arema FC dituntut tetap menunjukkan karakter kuat, sementara Persik tetap membawa status tuan rumah meski bermain jauh dari Kediri.
Source: bali.jpnn.com