Stadion Manahan kembali menjadi titik perhatian jelang laga pekan ke-32 Super League 2025/2026. Persebaya Surabaya datang dengan modal positif, tetapi Bernardo Tavares justru melihat pertandingan itu sebagai ujian berat yang bisa berjalan jauh lebih sulit dari perkiraan.
Sorotan utamanya bukan semata pada kekuatan Persebaya, melainkan pada karakter Persis Solo ketika tampil di rumah sendiri. Tavares menilai Laskar Sambernyawa jauh lebih berbahaya di Manahan, terutama karena mereka sedang membutuhkan hasil untuk keluar dari zona degradasi.
Persis Solo Punya Dorongan Tambahan di Kandang
Pelatih asal Portugal itu melihat ada perbedaan mencolok pada performa Persis saat bermain di depan pendukung sendiri. Dukungan suporter dan situasi tim yang tengah terancam membuat Persis tampil lebih agresif di kandang.
Tavares juga menyoroti empat kemenangan kandang beruntun yang sudah dikumpulkan Persis. Menurut dia, catatan itu menjadi sinyal bahwa tuan rumah sedang berada dalam fase yang berbahaya bagi lawan.
“Saya melihat Persis adalah tim yang sangat kuat ketika bermain di kandang. Empat laga kandang terakhir juga mereka sapu bersih dengan kemenangan. Jadi kami tahu besok akan menjadi pertandingan yang sulit,” ujar Tavares dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Persebaya Datang dengan Tren Bagus
Di sisi lain, Persebaya Surabaya memang sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi. Tim berjuluk Green Force itu baru saja meraih tiga kemenangan beruntun dan terus menjaga posisi di papan atas.
Namun, modal tersebut tidak membuat Tavares lengah. Ia menegaskan Persebaya tetap harus menjaga fokus penuh karena lawan yang mereka hadapi berada dalam tekanan besar dan biasanya tampil habis-habisan demi poin.
Bagi Tavares, status Persis sebagai tim yang sedang berjuang lolos dari ancaman degradasi justru bisa menjadi faktor yang membuat pertandingan semakin rumit. Situasi seperti itu kerap melahirkan motivasi ekstra dari kubu lawan.
Laga dengan Kepentingan yang Berbeda
Pertemuan ini mempertemukan dua tim dengan target yang sangat tidak sama. Persebaya sedang berusaha mempertahankan posisi mereka di papan atas, sedangkan Persis Solo masih berjuang menjauh dari zona merah.
Perbedaan kepentingan itu ikut membentuk tensi laga di Stadion Manahan. Persis punya kebutuhan yang mendesak, sementara Persebaya membawa beban untuk mempertahankan tren positif agar tidak tergelincir di fase penting musim ini.
Tavares tampaknya paham betul bahwa kondisi seperti ini sering menghasilkan pertandingan yang sulit dibaca. Tim yang tertekan justru bisa tampil lebih berani ketika bermain di kandang sendiri, apalagi jika dukungan tribun terus mengalir.
Karena itu, Persebaya tidak hanya dituntut mengandalkan rentetan hasil bagus yang mereka bawa. Mereka juga harus mampu mengimbangi energi besar tuan rumah yang sedang mencari jalan keluar dari situasi sulit di Manahan.
Source: www.jawapos.com