Apple tampaknya tidak ingin bermain aman dengan lini laptop premiumnya. Perangkat internal yang disebut MacBook Ultra dikabarkan akan menjadi langkah paling berani perusahaan ini, karena membawa OLED, touchscreen, dan rancangan baru yang menempatkannya di atas MacBook Pro.
Bocoran Bloomberg menggambarkan arah yang cukup jelas: Apple sedang menyiapkan laptop yang bukan hanya lebih cepat, tetapi juga lebih modern dan lebih fleksibel. Jika rencana itu terwujud, MacBook Ultra akan menjadi MacBook pertama yang meninggalkan batas lama Apple terhadap layar sentuh.
Layar jadi pusat perubahan
Bagian paling mencolok dari perangkat ini ada pada layar. Apple disebut akan meninggalkan panel LCD dan Mini LED yang selama ini dipakai di MacBook Pro, lalu beralih ke OLED untuk MacBook Ultra.
Peralihan ke OLED membawa sejumlah keunggulan yang sudah dikenal, seperti hitam yang lebih pekat, kontras tinggi, dan warna yang lebih hidup. Panel ini juga lebih tipis, sehingga mendukung bodi laptop yang lebih ramping tanpa harus mengorbankan performa.
Yang membuatnya berbeda dari MacBook sebelumnya adalah kehadiran touchscreen. Apple disebut akan mengintegrasikan fitur itu secara mendalam dengan macOS agar penggunaan tetap terasa natural dan intuitif.
Desain baru yang lebih berani
Perubahan tidak berhenti di layar sentuh. Poni atau notch yang muncul di MacBook Pro sejak 2021 dikabarkan akan dihapus dan diganti dengan punch-hole camera cutout yang lebih kecil.
Langkah ini memperlihatkan upaya Apple menyegarkan bahasa desain laptop premiumnya. Dengan tampilan depan yang lebih bersih, MacBook Ultra berpotensi terlihat lebih modern sekaligus berbeda dari model MacBook yang beredar saat ini.
Ditujukan untuk pengguna profesional
MacBook Ultra diproyeksikan sebagai perangkat kelas atas untuk profesional kreatif, pengembang, dan pengguna yang membutuhkan performa ekstrem. Kombinasi OLED dan touchscreen membuatnya lebih fleksibel untuk pekerjaan visual, anotasi, hingga sketsa digital.
Format seperti ini juga tetap cocok untuk penggunaan laptop biasa dengan keyboard dan trackpad. Di sisi lain, sentuhan layar memberi jalan pintas yang lebih cepat untuk navigasi dan kebutuhan produktivitas tertentu.
Kehadiran touchscreen juga dipandang sebagai jembatan yang bisa mendekatkan pengalaman Mac dan iPad. Selama ini, keduanya berjalan di jalur berbeda meski sama-sama berada dalam ekosistem Apple.
Dapur pacu ikut naik kelas
Di balik panel baru, MacBook Ultra disebut akan ditenagai chip M6 Pro dan M6 Max. Chip tersebut diproduksi dengan proses fabrikasi 2nm yang diklaim membawa peningkatan performa dan efisiensi daya yang sangat besar.
Proses 2nm memungkinkan transistor ditanam lebih rapat dalam ukuran yang sama. Hasilnya, kecepatan komputasi dapat meningkat jauh, sementara konsumsi daya turun lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.
Bocoran itu juga menempatkan chip M6 di atas M5 yang diperkirakan hadir lebih dulu. Bahkan, perbandingan dengan bocoran skor benchmark M5 Max disebut sudah membuat M3 Ultra terlihat lambat, sehingga M6 Max diperkirakan bermain di level yang jauh lebih tinggi.
Konektivitas yang lebih mandiri
Fitur lain yang menonjol adalah dukungan 5G dan LTE bawaan. Jika terealisasi, MacBook Ultra akan menjadi MacBook pertama dengan modem seluler buatan Apple sendiri.
Selama ini, pengguna MacBook umumnya bergantung pada hotspot ponsel atau Wi-Fi publik saat berada di luar rumah atau kantor. Dengan konektivitas bawaan, perangkat ini akan jauh lebih praktis untuk kerja mobile.
Bocoran juga menyebut port penting seperti HDMI, MagSafe untuk pengisian daya, dan slot kartu SD kemungkinan tetap dipertahankan. Ini membuat MacBook Ultra tetap relevan bagi pengguna profesional yang masih membutuhkan koneksi fisik dan aksesori eksternal.
Meski semua informasi ini masih berada pada tahap awal, arah pengembangannya sudah terlihat. Apple tampaknya ingin menghadirkan laptop premium yang lebih cepat, lebih terhubung, dan lebih fleksibel, dengan perubahan yang cukup besar untuk menggeser posisi MacBook di era 2027.
Source: telset.id




