LE SSERAFIM menempatkan “CELEBRATION” sebagai lagu yang tidak sekadar membawa nuansa perayaan, tetapi juga membuka ruang untuk membicarakan pengalaman yang biasanya disembunyikan. Di balik judul yang terdengar ringan, single pra-rilis ini justru menyoroti luka, rasa takut, dan proses menerima diri sendiri.
Pendekatan itu membuat “CELEBRATION” terasa lebih personal dibanding lagu bertema pesta pada umumnya. Lagu ini juga menjadi pembuka menuju album penuh terbaru LE SSERAFIM yang berjudul PUREFLOW Pt. 1, yang dijadwalkan rilis pada Mei mendatang.
Perayaan yang lahir dari pengalaman berat
Alih-alih mengangkat euforia kemenangan besar, “CELEBRATION” justru memandang perayaan sebagai cara untuk mengakui perjalanan hidup apa adanya. Pesan seperti ini terlihat jelas karena lagu tersebut tidak menutup mata terhadap bagian hidup yang pahit, termasuk trauma dan rasa takut yang kerap dibawa diam-diam.
Melalui cara pandang itu, LE SSERAFIM menyampaikan bahwa sesuatu layak dirayakan bukan hanya ketika hasil akhirnya tampak gemilang. Proses bertahan, jatuh, lalu bangkit kembali juga memiliki nilai yang sama pentingnya.
Nuansa optimistis memang tetap terasa dalam penggalan lirik seperti “Time to celebrate” dan “Turn up to celebrate.” Namun optimisme di lagu ini tidak datang dari keberhasilan instan, melainkan dari keberanian untuk berdamai dengan masa lalu.
Lirik yang menegaskan keberanian untuk berubah
Salah satu bagian yang menguatkan makna lagu ada pada baris “It’s time to say goodbye, duryeoumi eopdeon naege.” Kalimat itu memberi isyarat tentang pelepasan diri lama, terutama sosok yang dulu hidup dalam ketakutan.
Ada pula penegasan yang terdengar tegas lewat frasa “No fakes no more.” Ungkapan ini memperlihatkan bahwa perayaan dalam lagu tersebut berkaitan erat dengan kejujuran terhadap diri sendiri, bukan citra palsu yang dibuat agar terlihat baik-baik saja.
Dengan pilihan kata seperti itu, “CELEBRATION” terasa dekat bagi pendengar yang sedang menghadapi masa sulit. Lagu ini menyampaikan pesan bahwa pengalaman berat tidak harus disembunyikan, karena justru dari situ sering muncul kekuatan baru.
Keterlibatan anggota grup menambah kedekatan emosional
Sisi personal lagu ini juga diperkuat oleh keterlibatan Chaewon dan Yunjin dalam penulisan. Keikutsertaan anggota dalam proses kreatif memberi kesan bahwa lagu ini memang lahir dari narasi yang ingin mereka sampaikan secara langsung.
Keterlibatan tersebut membuat “CELEBRATION” tidak hanya berfungsi sebagai materi promosi. Lagu ini menjadi bagian dari cerita musikal LE SSERAFIM tentang keberanian, ketahanan diri, serta penerimaan atas pengalaman hidup yang tidak selalu mudah.
Dalam konteks itu, single pra-rilis ini terasa seperti jembatan menuju era album berikutnya. Arah musik yang dibangun juga memperlihatkan konsistensi LE SSERAFIM dalam mengolah tema tumbuh, pulih, dan terus bertahan.
Visual horor yang mempertegas makna lagu
Pesan itu tidak berhenti di lirik, karena video musik “CELEBRATION” memakai pendekatan storytelling bergaya horor. Di dalamnya, sosok makhluk mirip Frankenstein digambarkan memilih menjauh karena merasa berbeda dari manusia lain.
Para member LE SSERAFIM kemudian datang mendekat dan berusaha mengajaknya berbaur agar tidak terus terjebak dalam kesepian. Pilihan visual ini memperkuat tema besar lagu, yakni penerimaan terhadap perbedaan dan luka batin.
Perpaduan antara cerita visual dan pesan lirik membuat “CELEBRATION” bekerja dalam dua lapisan. Lagu ini tetap terdengar energik sebagai pop, tetapi sekaligus membawa narasi emosional tentang pemulihan diri dan keberanian untuk berdamai dengan masa lalu.
Dengan cara itu, LE SSERAFIM menempatkan perayaan bukan sebagai simbol pesta semata, melainkan sebagai bentuk pengakuan atas seluruh proses yang telah dilalui. “CELEBRATION” akhirnya hadir sebagai tanda bahwa merayakan diri juga berarti menerima bagian hidup yang paling berat, lalu menjadikannya alasan untuk melangkah lagi.
Source: www.idntimes.com




