Lonjakan saham-saham milik Prajogo Pangestu menjadi sorotan utama dalam pergerakan pasar pada sesi I perdagangan Jumat. Tiga nama besar, yakni BREN, CUAN, dan BRPT, melesat tajam dan ikut mendorong Indeks Harga Saham Gabungan melaju ke zona hijau.
Penguatan itu membuat IHSG naik 87,69 poin atau 1,43 persen ke level 6.217,8. Di saat yang sama, aktivitas perdagangan juga terpantau ramai dengan volume mencapai 20,28 miliar saham, nilai transaksi Rp 16,04 triliun, dan frekuensi transaksi 1,3 juta kali.
Saham-saham unggulan jadi penggerak utama
Di antara saham yang paling menonjol, BREN tercatat melonjak 25 persen ke Rp 3.300. CUAN ikut menguat 24,75 persen ke Rp 630, sementara BRPT naik 23,15 persen ke Rp 1.915.
Selain trio tersebut, dua saham lain yang masuk daftar penguat terbesar adalah BHAT dan BUVA. BHAT naik 24,69 persen ke Rp 1.010, sedangkan BUVA menguat 24,59 persen ke Rp 760.
Pergerakan lima saham itu memberi dorongan besar pada indeks di tengah perdagangan yang dinamis. Kenaikan pada saham-saham tertentu menunjukkan minat beli masih kuat, khususnya pada emiten berkapitalisasi besar dan saham yang bergerak agresif.
Mayoritas sektor ikut menguat
Kekuatan IHSG pada paruh pertama perdagangan juga ditopang oleh banyak sektor yang berada di area positif. Sektor barang baku mencatat kenaikan paling tinggi dengan 4,69 persen, disusul infrastruktur yang naik 3,18 persen dan energi yang menguat 3,01 persen.
Sektor barang konsumen primer bertambah 2,26 persen. Sektor perindustrian naik 1,15 persen, teknologi menguat 0,95 persen, dan transportasi bertambah 0,72 persen.
Namun, tidak seluruh sektor bergerak searah. Sektor keuangan melemah 0,24 persen, barang konsumen non-primer turun 0,22 persen, properti terkoreksi 0,17 persen, dan kesehatan turun tipis 0,07 persen.
Masih ada tekanan pada sejumlah saham
Di sisi lain, pasar juga menampilkan pergerakan yang kontras pada beberapa saham. ASPR turun 14,76 persen ke Rp 179, TALF melemah 14,46 persen ke Rp 710, dan MGNA terkoreksi 14,41 persen ke Rp 101.
Tekanan jual juga menimpa PMUI yang turun 14,29 persen ke Rp 72. UNIC ikut masuk daftar top losers setelah melemah 13,84 persen ke Rp 13.225.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa penguatan IHSG pada sesi I belum merata ke seluruh saham. Meski indeks terdorong kuat oleh beberapa emiten unggulan, sebagian saham lain justru bergerak dalam tekanan yang cukup dalam.
Source: www.beritasatu.com