Bagi calon pembeli yang menunggu harga motor listrik turun, sinyal kembalinya subsidi Rp 5 juta pada 2026 langsung membuat beberapa model terlihat jauh lebih menarik. Potongan harga itu diperkirakan akan mengubah perhitungan, terutama untuk motor yang sejak awal sudah punya harga jual masuk akal dan lolos syarat program.
Perhatian paling besar kini tertuju pada model-model yang memang sudah siap dari sisi administrasi dan spesifikasi. Dengan aturan resmi yang masih menunggu terbitnya Peraturan Menteri Keuangan, konsumen yang ingin bergerak cepat wajar jika mulai memilah unit yang paling mungkin menerima insentif lebih dulu.
Syarat program yang menentukan pilihan
Tidak semua motor listrik otomatis bisa ikut subsidi. Pemerintah mensyaratkan TKDN minimal 40 persen, produk harus terdaftar di Kemenperin, dan harga jualnya wajib berada di bawah batas yang ditetapkan.
Selain itu, pembelian memakai NIK atau KTP, dan satu NIK hanya berlaku untuk satu unit motor bersubsidi. Program ini juga hanya untuk pembelian baru, bukan motor bekas atau skema over-kredit.
Model yang paling menonjol di daftar awal
Di antara berbagai opsi yang beredar, Selis E-Max berada di posisi paling kuat karena memiliki TKDN 53,69 persen. Motor buatan PT Juara Bike ini juga tercatat sebagai motor listrik pertama yang dibeli menggunakan subsidi pemerintah pada Mei 2023.
Selis E-Max tersedia dalam empat varian, mulai dari SLA hingga Long Range. Jika potongan Rp 5 juta diterapkan, varian SLA yang normalnya Rp 15.500.000 bisa turun menjadi sekitar Rp 10.500.000, sementara varian Lithium Single berpotensi menjadi Rp 17.000.000 dari Rp 22.000.000.
Gesits G1 juga masuk radar utama karena memenuhi syarat TKDN. Motor hasil kolaborasi ITS dan PT Gesits Technologies Indo ini memiliki daya 5.000 Watt dan jarak tempuh hingga 100 km.
Harga normal Gesits G1 berada di kisaran Rp 28–30 juta. Dengan subsidi Rp 5 juta, banderolnya berpotensi turun ke sekitar Rp 23–25 juta.
Pilihan untuk pasar harian dan perkotaan
Viar Q1 muncul sebagai opsi entry-level yang mengincar pengguna harian. Motor ini memakai daya 1.200 Watt dan memiliki jarak tempuh sekitar 60–70 km, dengan harga normal Rp 17–19 juta.
Jika insentif berlaku, Viar Q1 bisa turun ke kisaran Rp 12–14 juta. Di kelas yang mirip, Volta 401 menawarkan ukuran ringkas dan cocok untuk area padat, dengan daya 1.200 Watt dan jarak tempuh hingga 60 km.
Harga normal Volta 401 berada di kisaran Rp 16–18 juta. Setelah subsidi, estimasinya turun ke sekitar Rp 11–13 juta.
Opsi yang lebih bertenaga dan sporty
United T1800 hadir dengan pendekatan yang lebih sporty untuk pengguna perkotaan. Motor 1.500 Watt ini memiliki jarak tempuh hingga 80 km dan harga normal Rp 22–25 juta.
Dengan potongan Rp 5 juta, banderolnya diperkirakan berada di sekitar Rp 17–20 juta. Posisi ini membuatnya tetap menarik bagi pembeli yang ingin tampilan lebih agresif tanpa keluar terlalu jauh dari kisaran harga menengah.
Perbandingan singkat calon kuat subsidi
| Motor | Daya | Jarak Tempuh | Harga Normal | Estimasi Setelah Subsidi |
|---|---|---|---|---|
| Selis E-Max SLA | 1.500 W | 40 km | Rp 15.500.000 | ~Rp 10.500.000 |
| Selis E-Max Lithium | 1.500 W | 60 km | Rp 22.000.000 | ~Rp 17.000.000 |
| Viar Q1 | 1.200 W | 60–70 km | Rp 17–19 juta | ~Rp 12–14 juta |
| Volta 401 | 1.200 W | 60 km | Rp 16–18 juta | ~Rp 11–13 juta |
| United T1800 | 1.500 W | 80 km | Rp 22–25 juta | ~Rp 17–20 juta |
| Gesits G1 | 5.000 W | 100 km | Rp 28–30 juta | ~Rp 23–25 juta |
Apa yang sebaiknya disiapkan dari sekarang
Informasi yang beredar menyebut pemerintah menargetkan PMK terbit dalam waktu dekat setelah koordinasi lintas kementerian. Namun hingga 1 Mei 2026, tanggal efektif subsidi belum diumumkan secara resmi.
Karena itu, calon pembeli disarankan menyiapkan KTP dan NIK sejak awal, lalu memilih dealer resmi yang bermitra dalam program. Pengumuman di situs Kemenperin dan media terpercaya juga perlu dipantau, mengingat pengalaman pada 2023 menunjukkan kuota bisa habis dalam hitungan bulan.
Saat program berjalan, mekanismenya tetap sederhana karena subsidi langsung dipotong dari harga jual. Selama unit dan data pembeli sesuai syarat, potongan Rp 5 juta akan terasa langsung di harga akhir tanpa perlu klaim terpisah.