Lima Makanan Malam yang Tampak Sepele, Ternyata Bisa Membuat Tidur Lebih Gelisah

Banyak gangguan tidur malam justru berawal dari kebiasaan makan yang dianggap biasa saja. Saat tubuh seharusnya mulai tenang, beberapa jenis makanan malah membuat sistem pencernaan tetap aktif dan akhirnya mengganggu istirahat.

Masalahnya, efek itu tidak selalu muncul seketika setelah makan. Ada yang membuat perut terasa tidak nyaman, ada yang memicu naiknya asam lambung, dan ada pula yang membuat seseorang lebih sulit terlelap atau terbangun di tengah malam.

Makanan pedas dan rasa tidak nyaman di malam hari

Makanan pedas termasuk salah satu yang perlu diwaspadai sebelum tidur. Healthline menyebut makanan ini dapat memicu gangguan pencernaan, termasuk perut mulas ketika asam naik ke kerongkongan dan menimbulkan iritasi.

Selain itu, makanan pedas juga dapat meningkatkan suhu tubuh meski hanya sementara. Perubahan kecil seperti ini cukup untuk membuat kualitas tidur menurun, terutama jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu istirahat.

Burger keju dan makanan tinggi lemak jenuh

Burger keju sering terasa seperti pilihan yang mengenyangkan, tetapi kandungan lemak jenuhnya bisa membuat tubuh bekerja lebih lama saat malam. Ahli gizi Kelly Jones dalam Eating Well menjelaskan bahwa lemak jenuh berlebihan dapat memperlambat pengosongan lambung sehingga makanan bertahan lebih lama di perut.

Ketika proses ini terjadi, aliran darah lebih banyak diarahkan ke sistem pencernaan. Akibatnya, tubuh tidak benar-benar masuk ke mode rileks yang dibutuhkan untuk tidur nyaman.

Kelompok makanan berlemak lain juga punya efek serupa, termasuk daging dan ayam goreng. Jenis makanan ini dapat menghambat saluran pencernaan dan memicu refluks asam yang membuat malam terasa tidak nyaman.

Cokelat yang tampak ringan, tetapi tetap perlu dibatasi

Di banyak orang, cokelat sering dianggap camilan ringan yang aman dimakan malam hari. Padahal, kandungan kafeinnya bisa menjadi masalah, terutama bagi orang yang sensitif terhadap stimulan.

Dalam kondisi seperti itu, cokelat dapat membuat tubuh lebih sulit tenang saat waktu tidur tiba. Walau cokelat juga dikenal kaya antioksidan dan rendah gula, kandungan kafein tetap berpotensi mengganggu kualitas tidur.

Karena itu, waktu konsumsi menjadi penting. Cokelat lebih aman dinikmati pada waktu lain, bukan menjelang tidur.

Makanan manis dan karbohidrat olahan juga berpengaruh

Selain makanan berlemak dan pedas, makanan manis serta karbohidrat olahan juga layak dibatasi sebelum tidur. Kelompok ini mencakup roti putih, pasta, sereal manis, dan permen yang bisa memicu kenaikan gula darah secara drastis.

Lonjakan gula darah seperti ini dapat membuat seseorang terbangun di malam hari. Risiko tersebut sering tidak disadari karena makanan jenis ini kerap dipilih sebagai camilan larut malam.

Mengapa waktu makan ikut menentukan kualitas tidur

Kualitas tidur tidak hanya bergantung pada lamanya seseorang berbaring di tempat tidur. Isi piring sebelum tidur ikut menentukan apakah malam berjalan tenang atau justru terganggu.

Saat malam tiba, tubuh membutuhkan kondisi yang lebih ringan agar proses istirahat berjalan optimal. Karena itu, makanan tinggi lemak, pedas, manis, dan berkafein sebaiknya tidak terlalu dekat dengan waktu tidur.

Pilihan makan yang lebih tepat pada sore dan malam hari dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman di lambung, refluks asam, dan kebiasaan terbangun di tengah malam. Dengan begitu, peluang untuk tidur lebih nyenyak pun menjadi lebih besar.

Source: www.beautynesia.id

Baca Juga

Back to top button