Di tengah citra pejabat yang umumnya lekat dengan agenda resmi dan ruang kerja formal, Sherly Tjoanda justru menonjol lewat pilihan istirahat yang sangat dekat dengan alam. Gubernur Maluku Utara itu memilih bawah laut sebagai tempat memulihkan energi, dan caranya bukan dengan berdiam diri, melainkan melalui freediving.
Pilihan tersebut membuat Sherly terlihat berbeda dari banyak kepala daerah lain. Sebagai gubernur perempuan pertama di Maluku Utara, ia tidak hanya disorot karena posisinya, tetapi juga karena gaya kepemimpinannya yang memberi warna baru dalam keseharian pemerintahan.
Bagi Sherly, laut bukan sekadar tempat menikmati waktu luang. Di Maluku Utara, ia menjadikannya ruang untuk menjaga keseimbangan di tengah padatnya tugas sebagai pemimpin daerah sekaligus ibu dari tiga anak.
Melalui akun Instagram pribadinya, @s_tjo, Sherly beberapa kali membagikan momen saat berada di bawah laut. Dalam salah satu unggahan, ia memperlihatkan aktivitasnya di laut Jikomalamo, Ternate, sambil berenang bersama ikan di sela kunjungan kerja.
Dalam unggahan itu, Sherly juga menuliskan bahwa pengalaman jalan-jalan di Ternate belum lengkap tanpa bermain bersama Oci di bawah laut Jikomalamo. Ia menambahkan catatan bahwa waktu terbaik untuk bermain adalah pagi hingga siang karena footage bawah laut lebih terang dan jernih.
Kebiasaan menyelam tanpa alat bantu napas itu bukan sesuatu yang baru baginya. Sherly mengaku mulai menekuni freediving sejak 2020, ketika pandemi membuat banyak aktivitas menjadi terbatas.
Saat itu, ia tinggal di Morotai bersama suami dan memilih menghabiskan waktu di laut hampir setiap hari. Dari kebiasaan tersebut, freediving lalu berkembang menjadi aktivitas yang terus ia bawa hingga sekarang.
Sherly juga menyebut pernah memanfaatkan long weekend untuk recharging di bawah laut setelah menyelesaikan 100 hari pertama sebagai Gubernur Maluku Utara. Pilihan itu menunjukkan bahwa laut telah menjadi bagian dari caranya menjaga stamina di tengah beban kerja yang tinggi.
Kedekatannya dengan dunia bawah laut turut terlihat dalam peringatan HUT ke-80 RI. Pada 17 Agustus 2025, Sherly ikut dalam pengibaran bendera Merah Putih di dasar laut Sulamadaha dan tampil dengan kostum putri duyung saat menyerahkan bendera untuk dikibarkan.
Aksi tersebut menjadi perhatian karena dari total 116 penyelam yang mengikuti upacara bawah laut itu, Sherly menjadi satu-satunya peserta yang mengenakan kostum unik. Momen itu sekaligus memperlihatkan keterlibatannya dalam seremoni yang tetap terhubung dengan identitas maritim daerahnya.
Dari kebiasaannya menyelam hingga kehadirannya dalam upacara bawah laut, Sherly menampilkan cara memimpin yang tidak terpaku pada formalitas. Di Maluku Utara, ia memperlihatkan bahwa kedekatan dengan alam juga bisa menjadi bagian dari ritme seorang gubernur.
Source: www.viva.co.id




