Ledakan Balon Udara Saat Salat Idul Adha Di Blitar, Satu Orang Tewas Dan Dua Anak Terluka

Ledakan petasan yang digantung pada balon udara di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, meninggalkan duka setelah satu orang dinyatakan meninggal dunia dan dua anak mengalami luka-luka. Peristiwa ini terjadi saat warga tengah melaksanakan salat Idul Adha, sehingga suara ledakan keras langsung menarik perhatian warga di sekitar lokasi.

Polres Blitar kini menangani kasus tersebut dan masih menelusuri rangkaian kejadian yang berujung pada ledakan. Petugas juga mengumpulkan keterangan para saksi yang berada di sekitar tempat kejadian untuk memastikan bagaimana insiden itu bisa terjadi.

Menurut keterangan kepolisian, balon udara tanpa awak itu dimainkan oleh sekelompok anak. Saat dimainkan, petasan digantung pada balon udara tersebut, lalu meledak ketika para korban masih berada di lokasi bersama enam anak lainnya.

Kepala Seksi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, menyebut salah satu korban berinisial I sedang memegang petasan ketika benda itu tiba-tiba meledak. Ledakan tersebut menyebabkan luka yang sangat parah pada korban dan membuat situasi di lokasi berubah panik.

Tiga korban dalam peristiwa ini adalah I berusia 23 tahun, ADR berusia 11 tahun, dan D berusia 12 tahun. Ketiganya merupakan warga Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, dan mengalami dampak berbeda dari ledakan petasan itu.

Korban I menderita luka berat pada tangan kanan hingga putus sampai siku. Ia juga mengalami luka bakar pada wajah dan perut, lalu ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan kritis.

Setelah dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, korban I mendapat perawatan medis. Namun, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Dua korban lainnya, ADR dan D, mengalami luka lecet pada jari tangan kiri. ADR juga mengalami luka pada dagu, sementara D mengalami luka lecet pada jari tangan kiri dan wajah.

Keduanya masih sadar saat dievakuasi dan langsung mendapat perawatan di rumah sakit. Hingga kini, kondisi mereka masih dipantau oleh tenaga kesehatan.

Warga sekitar menjadi pihak pertama yang bereaksi setelah mendengar ledakan keras tersebut. Mereka segera mendatangi lokasi dan menemukan para korban dalam kondisi terluka sebelum melaporkannya ke kepolisian.

Petugas kemudian datang ke tempat kejadian setelah menerima laporan dari warga. Tim gabungan dari SPKT dan Inafis Satreskrim Polres Blitar juga melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menelusuri penyebab ledakan.

Penyelidikan masih terus berjalan untuk memperjelas seluruh rangkaian peristiwa di lokasi kejadian. Di tengah proses itu, polisi kembali mengingatkan bahwa petasan adalah benda berbahaya dan tidak untuk dimainkan karena risikonya dapat mengancam pelaku maupun orang lain di sekitarnya.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version