Le Sserafim memilih jalur yang tidak biasa untuk membuka fase baru mereka. Lewat “Celebration”, grup ini tidak sekadar menawarkan lagu pra-rilis, tetapi juga menyusun narasi tentang keberanian yang lahir dari pengalaman pahit, takut, dan luka yang pernah mereka bawa.
Lagu itu dirilis pada 24 April 2026 dan langsung diarahkan sebagai gerbang menuju album studio kedua mereka, “Pureflow Pt. 1”, yang dijadwalkan hadir pada 22 Mei 2026. Dengan begitu, “Celebration” menjadi penanda awal dari era baru yang bukan hanya menonjolkan energi, tetapi juga kedalaman pesan.
Perayaan yang datang dari sisi yang gelap
Judul “Celebration” terdengar ringan, tetapi isi yang dibangun justru bergerak ke arah sebaliknya. Lagu ini membawa gagasan bahwa perayaan bisa muncul setelah seseorang melewati rasa sakit dan ketakutan, bukan hanya setelah momen bahagia.
Pendekatan semacam ini membuat single pra-rilis tersebut terasa lebih personal. Le Sserafim mengarahkan perhatian pada proses tumbuh yang tidak mulus, lalu mengubah pengalaman itu menjadi sesuatu yang layak dirayakan.
Visual horor yang jarang dipakai
Kekuatan “Celebration” juga datang dari video musiknya. Sutradara Soonsik Yang menyajikan pendekatan horor yang epik dan sinematik, sebuah gaya yang tergolong jarang dipakai secara menonjol di K-pop.
Pilihan visual ini memberi lapisan yang sejalan dengan tema lagu. Nuansa thriller sinematik yang muncul membuat pesan emosionalnya terasa lebih kuat dan lebih mudah menempel saat lagu diputar.
Pembangunan antisipasi sebelum rilis
Perilisan “Celebration” tidak datang tanpa persiapan. Source Music sudah mengumumkannya pada 13 April 2026, lalu menghadirkan teaser “Celebration Begins” pada 20 April sebelum teaser video musik menyusul dua hari kemudian.
Rangkaian itu membentuk rasa penasaran secara bertahap sebelum lagu utama hadir. Hasil awalnya terlihat dari video musik “Celebration” yang tercatat ditonton lebih dari 580.000 kali dalam empat jam pertama.
Musik yang padat dalam durasi singkat
Dari sisi suara, “Celebration” menggabungkan melodic techno dan hardstyle. Kombinasi ini menghasilkan suasana yang intens, energik, dan tetap emosional meski durasinya hanya sekitar dua menit.
Format yang singkat membuat lagu ini bergerak cepat dan fokus. Perhatian pendengar diarahkan pada ketukan, atmosfer, dan pesan yang dibawa, bukan pada struktur lagu yang panjang.
Lirik yang menekankan hubungan dekat
Di bagian lirik, lagu ini membuka dengan ajakan “Time to celebrate”. Frasa itu kemudian diperkaya oleh “neowa nal wihae” atau “untukmu dan diriku”, yang memberi kesan hubungan yang dekat dan saling menguatkan.
Ada juga penyebutan “apeun sigan” atau masa-masa menyakitkan. Penyebutan itu memperjelas bahwa lagu ini tidak menutup mata terhadap luka, melainkan menjadikannya bagian dari perjalanan untuk menemukan keyakinan kembali.
Anggota ikut terlibat dalam prosesnya
Kim Chaewon dan Heo Yunjin ikut terlibat dalam produksi lagu ini. Keterlibatan mereka menunjukkan bahwa peran anggota Le Sserafim dalam pembentukan arah artistik grup makin terasa.
Hal ini juga menegaskan bahwa Le Sserafim tidak hanya hadir sebagai grup yang tampil di panggung. Mereka terlihat semakin aktif dalam proses kreatif yang membentuk karya mereka sendiri.
Arah baru yang tetap terhubung dengan identitas lama
Meski membawa warna yang lebih gelap, “Celebration” tetap berada dalam garis identitas Le Sserafim. Jika semangat fearless pernah menjadi penanda awal mereka, karya ini memperlihatkan sisi yang lebih matang tentang keberanian yang lahir dari rasa takut dan luka.
Setelah lagu dirilis, Le Sserafim langsung tampil di berbagai acara musik Korea pada akhir pekan. Langkah itu menunjukkan bahwa “Celebration” bukan hanya pembuka menuju “Pureflow Pt. 1”, tetapi juga pernyataan arah artistik yang semakin tegas.
Source: lifestyle.bisnis.com