Bagi pengguna yang ingin satu perangkat untuk game, hiburan, dan aktivitas harian, kombinasi layar AMOLED 1,5K dan baterai besar menjadi paket yang paling menarik. Di kelas ini, sejumlah model hadir dengan karakter berbeda, mulai dari fokus pada performa mentah, pengisian super cepat, hingga fitur pendinginan dan konektivitas yang lebih serius.
Pilihan seperti ini terasa relevan karena visual tajam tidak lagi berdiri sendiri. Refresh rate tinggi, chipset kelas menengah atas sampai flagship, serta dukungan pengisian cepat membuat pengalaman bermain game maupun multitasking tetap terasa responsif dan nyaman digunakan lebih lama.
Layar tajam untuk pengalaman visual yang lebih halus
Di antara deretan model yang masuk daftar ini, Infinix Note 60 tampil menonjol lewat layar AMOLED 6,78 inci beresolusi 1,5K Ultra HDR dengan refresh rate 144 Hz. Panelnya juga disebut memiliki kecerahan puncak 4.500 nits dan sudah dilindungi Corning Gorilla Glass 7i.
Infinix Note 60 Pro membawa karakter layar yang serupa. Perangkat ini tetap memakai panel AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 144 Hz, kecerahan puncak 4.500 nits, dan perlindungan Gorilla Glass 7i.
ASUS ROG Phone 9 FE mengambil pendekatan berbeda lewat panel LTPO AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate variabel hingga 185 Hz. Layar ini punya kecerahan puncak 2.500 nits dan dilindungi Gorilla Glass Victus 2 untuk daya tahan ekstra.
Performa jadi pembeda utama
Untuk pengguna yang mengejar performa agresif, Infinix Note 60 dibekali MediaTek Dimensity 7400 Ultimate dengan dukungan 5G. Kombinasi ini membuatnya masuk ke kategori HP yang siap dipakai untuk aktivitas berat tanpa mengabaikan efisiensi.
Tecno POVA 7 Ultra 5G juga datang dengan penekanan kuat pada tenaga olah data. Ponsel ini memakai MediaTek Dimensity 8350 Ultimate yang diklaim mampu memberi performa setara beberapa ponsel gaming flagship di kelas harga lebih tinggi.
Infinix Note 60 Pro mengandalkan Snapdragon 7s Gen 4 dan mencatat skor AnTuTu lebih dari 1,1 juta poin. Sementara itu, ASUS ROG Phone 9 FE menggunakan Snapdragon 8 Gen 3 yang dikenal kuat untuk gaming berat dan multitasking.
Di sisi lain, Infinix GT 50 Pro hadir dengan MediaTek Dimensity 8400 Ultimate dan chip N1 buatan Infinix. Chip tambahan itu diklaim meningkatkan penerimaan sinyal hingga 60 persen agar koneksi gaming online lebih stabil.
Baterai jumbo dan pengisian cepat
Soal daya tahan, Infinix Note 60 dan Infinix Note 60 Pro sama-sama membawa baterai 6.500 mAh. Bedanya, Note 60 mengandalkan pengisian kabel 45W dan wireless charging 30W, sedangkan Note 60 Pro naik ke pengisian kabel 90W dengan wireless charging 30W.
Infinix Note 60 diklaim bisa mengisi daya dari 1 persen ke 50 persen dalam 26 menit, lalu penuh sekitar 54 menit. Note 60 Pro juga dilengkapi Bypass Charging untuk membantu mengurangi panas saat dipakai sambil mengisi daya.
Tecno POVA 7 Ultra 5G memakai baterai 6.000 mAh dengan fast charging kabel 70W, wireless charging 30W, dan reverse charging 10W. Tecno menyebut pengisian dari kosong ke 50 persen dapat dicapai dalam 18 menit.
ASUS ROG Phone 9 FE membawa baterai 5.500 mAh dengan fast charging kabel 65W. ASUS mengklaim pengisian penuh bisa selesai dalam 39 menit, sementara pengisian nirkabelnya memakai standar Qi 1.3.
Infinix GT 50 Pro juga hadir dengan baterai 6.500 mAh. Ponsel ini mendukung fast charging kabel 45W, wireless charging 30W, reverse charging 10W, dan reverse wireless charging 5W.
Fitur tambahan untuk gaming dan penggunaan intensif
Sejumlah model di daftar ini tidak hanya mengandalkan spesifikasi utama, tetapi juga fitur pendukung yang memperkuat pengalaman gaming. Infinix Note 60 membawa teknologi Self-Healing Battery dan All-Time Adaptive Bypass Charging, serta dijanjikan mendapat pembaruan OS selama 3 tahun dan patch keamanan selama 5 tahun.
Tecno POVA 7 Ultra 5G dibekali 12-layer Cooling Architecture dan vapor chamber seluas 5.300 mm persegi. Kombinasi ini dirancang untuk menjaga suhu tetap stabil saat sesi gaming intensif.
Infinix Note 60 Pro menggunakan sistem pendingin 3D IceCore dengan vapor chamber seluas 4.758 mm persegi. Pada bagian belakang, perangkat ini juga punya Active Matrix Display di modul kamera.
ASUS ROG Phone 9 FE masih mempertahankan fitur khas gaming seperti AirTrigger. Ponsel ini juga mendukung aksesori ROG seperti AeroActive Cooler dan ROG Chill Case, serta tetap menyediakan jack 3,5 mm dengan dukungan Hi-Res Audio dan Dirac Virtuo Spatial Sound.
Infinix GT 50 Pro menambahkan Bypass Charging untuk membantu mengurangi beban baterai saat digunakan sambil diisi daya. Infinix juga menyediakan aksesori MagCharge Cooler 2.0 yang dapat mengaktifkan wireless bypass charging, sehingga daya langsung mengarah ke motherboard tanpa melewati baterai.
Dari semua model tersebut, masing-masing punya fokus yang berbeda meski sama-sama membawa layar AMOLED tajam dan baterai besar. Ada yang menonjol lewat kecerahan layar, ada yang mengedepankan performa gaming, dan ada pula yang menaruh perhatian khusus pada pendinginan, konektivitas, serta opsi pengisian daya yang lebih lengkap.





