Layar Paper-Like dan Bobot 260 Gram, Huawei MatePad Mini Siap Menantang iPad Mini

Huawei kembali mendorong persaingan tablet mini lewat MatePad Mini Reading Edition, sebuah perangkat yang lebih menonjolkan kenyamanan baca dan genggam ringan ketimbang sekadar ukuran ringkas. Keunggulan utamanya ada pada kombinasi layar OLED 8,8 inci, bodi setipis 5,1 mm, dan bobot hanya 260 gram.

Arah desain seperti ini membuat perangkat tersebut terasa berbeda dari banyak tablet kecil lain di pasaran. Huawei tampak sengaja menyiapkannya untuk pengguna yang ingin membaca, menulis, dan bekerja dalam format yang tetap nyaman dipakai lama.

Desain yang dibuat untuk penggunaan panjang

Salah satu daya tarik paling kuat dari MatePad Mini Reading Edition adalah bodinya yang sangat tipis. Ketebalannya hanya 5,1 mm, sementara bobotnya 260 gram, sehingga perangkat ini tetap ringan saat dibawa ke mana-mana.

Huawei juga memberi sudut bodi yang lebih membulat agar perangkat lebih enak digenggam. Pendekatan ini penting karena tablet seperti ini sering dipakai dalam posisi santai, terutama untuk membaca atau bekerja dengan satu tangan.

Layar OLED dengan nuansa paper-like

Bagian layar menjadi pusat perhatian berikutnya. Huawei memakai Flexible OLED 8,8 inci dengan lapisan khusus yang membuat permukaannya terasa paper-like dan membantu mengurangi pantulan cahaya.

Panel tersebut dibekali resolusi 2.5K, kerapatan 343 PPI, refresh rate 120Hz, tingkat kecerahan hingga 1.800 nits, dan screen-to-body ratio 92%. Hasilnya, bezel tampak sangat tipis dan tampilan perangkat terlihat modern.

Bagi pengguna yang sering membaca e-book atau beraktivitas di luar ruangan, pendekatan layar seperti ini memberi nilai tambah yang jelas. Nuansa layar yang minim pantulan juga membuat pengalaman baca terasa lebih nyaman dalam pemakaian lama.

Performa mini yang tidak main-main

Di sisi dapur pacu, Huawei menanamkan chipset Kirin 9010B. Perangkat ini disebut mampu menjalankan Mobile Legends pada 120 FPS tanpa frame drop, sementara Genshin Impact tetap stabil di pengaturan High 60 FPS.

Kinerja itu digambarkan setara dengan kelas Snapdragon 8 Gen series, meski semuanya hadir dalam bodi tablet mini yang jauh lebih kompak. Untuk mendukung aktivitas berat, Huawei menyediakan RAM hingga 16 GB dan penyimpanan internal hingga 1 TB.

Tablet ini berjalan dengan HarmonyOS Next 5.1. Kombinasi sistem operasi dan kapasitas memori besar membuatnya terasa siap untuk multitasking tanpa banyak kompromi.

Bukan sekadar tablet Wi-Fi

MatePad Mini Reading Edition juga membawa konektivitas yang lebih lengkap dibanding tablet mini biasa. Perangkat ini sudah mendukung jaringan 5G, dan bahkan bisa digunakan untuk telepon serta SMS.

Huawei turut menyematkan kamera utama 50 MP yang ditemani lensa ultra-wide 8 MP. Di bagian depan ada kamera 32 MP dengan desain punch-hole untuk video call dan meeting online.

Kamera belakangnya mampu merekam video 4K 30 FPS. Dengan susunan seperti ini, tablet ini tidak hanya cocok untuk konsumsi konten, tetapi juga cukup relevan untuk komunikasi harian dan kerja ringan.

Baterai besar di bodi yang sangat tipis

Di balik bodinya yang ramping, Huawei tetap memasang baterai 6.400 mAh. Pengisian dayanya didukung 66W Fast Charge yang diklaim mampu mengisi hingga 60% dalam 30 menit.

Pengisian penuh disebut selesai dalam 55 menit. Untuk perangkat setipis ini, kombinasi kapasitas baterai dan kecepatan isi ulang menjadi salah satu poin penting yang menunjang penggunaan harian.

Harga dan peluang di pasar Indonesia

Huawei membanderol MatePad Mini Reading Edition di kisaran Rp8,5 jutaan untuk varian RAM 12 GB, storage 256 GB, dan konektivitas 5G. Namun ada satu catatan penting bagi calon pengguna di Indonesia, yaitu ketiadaan Google Mobile Services atau GMS.

Meski begitu, perangkat ini tetap punya modal kuat untuk menantang iPad Mini 7 bila resmi hadir di pasar Indonesia. Senjata utamanya ada pada layar OLED 8,8 inci, bodi setipis 5,1 mm, bobot 260 gram, dan fokus desain Reading Edition yang jelas menyasar kenyamanan mata.

Exit mobile version