Di pasar headphone murah yang sering terasa seragam, Edifier Auro Ace mencoba menarik perhatian lewat pendekatan yang jarang dipakai. Alih-alih hanya mengandalkan suara dan baterai, model over-ear ini menempatkan layar dot-matrix di earcup sebagai pusat daya tariknya.
Panel kecil itu bukan sekadar hiasan. Saat tersambung lewat Bluetooth, layar tersebut dapat menampilkan lirik lagu secara real-time, sehingga headphone ini terasa seperti perangkat audio yang sekaligus membawa elemen visual personal.
Visual jadi pembeda utama
Edifier juga membekali Auro Ace dengan tampilan yang bisa disesuaikan lewat aplikasi pendamping. Pengguna dapat mengatur tema bawaan, memasang teks kustom, menampilkan pixel art, hingga memakai grafis lain sesuai selera.
Pendekatan ini membuat Auro Ace bergerak di luar fungsi dasar headphone pada umumnya. Edifier tampaknya ingin menjadikan sisi ekspresi visual sebagai bagian penting dari pengalaman memakai perangkat ini, bukan sekadar fitur tambahan.
Dengan harga 279 yuan, strategi itu jelas membuat Auro Ace berbeda dari banyak headphone terjangkau lain yang biasanya fokus pada kualitas suara dan ketahanan pakai. Di sini, personalisasi tampilan ikut diposisikan sebagai nilai jual utama.
Tetap membawa bekal audio yang lengkap
Di balik layar yang mencolok, Auro Ace tetap membawa perangkat keras audio yang relevan untuk penggunaan harian. Edifier menyematkan driver dinamis 32 mm dan desain rongga akustik belakang untuk mendukung performa suaranya.
Untuk koneksi, headphone ini mendukung Bluetooth 6.0 dan multipoint. Artinya, perangkat bisa tetap terhubung ke ponsel dan laptop secara bersamaan, sehingga lebih praktis saat dipakai berpindah perangkat.
Edifier juga menyediakan audio USB plug-and-play bagi pengguna yang ingin memakai sambungan kabel. Selain itu, ada pengurangan bising berbasis AI untuk membantu kualitas panggilan telepon.
Ada pula fitur pintasan yang cukup unik, yaitu menekan tombol daya dua kali untuk memicu rana kamera ponsel. Fitur kecil ini memperkuat kesan bahwa Auro Ace memang dirancang sebagai perangkat harian yang serba praktis.
Ringan untuk dipakai lama
Aspek kenyamanan juga tidak diabaikan. Auro Ace hanya berbobot 130 gram, sehingga Edifier menekankan bahwa tekanan di kepala bisa lebih ringan saat dipakai dalam durasi panjang.
Desain fisiknya memakai headband tersembunyi yang dapat disetel. Struktur swing-joint juga disertakan agar headphone lebih mudah menyesuaikan bentuk kepala yang berbeda.
Bantalan telinganya dibuat lembut untuk mendukung pemakaian lama. Edifier menyiapkan tiga pilihan warna, yaitu Silver, Black, dan Gold, sehingga perangkat ini tetap punya sisi gaya di luar fitur layarnya.
Baterai besar, dengan catatan pada layar aktif
Edifier mengklaim Auro Ace mampu bertahan hingga 62 jam pemakaian. Namun angka itu berlaku ketika layar dot-matrix dimatikan dan volume diatur pada 50 persen.
Catatan tersebut penting karena layar justru menjadi fitur yang paling menonjol pada produk ini. Saat panel visual aktif, daya tahan nyata tentu tidak bisa langsung disamakan dengan angka maksimum yang diklaim.
Untuk pengisian daya, headphone ini mendukung pengisian cepat. Edifier menyebut pengisian selama 15 menit dapat memberi waktu pemutaran sekitar 11 jam.
Dengan kombinasi layar dot-matrix, lirik lagu yang tampil di earcup, konektivitas modern, dan bodi ringan, Auro Ace diarahkan untuk pengguna yang ingin tampil beda tanpa harus masuk ke kelas harga tinggi. Edifier menempatkan personalisasi sebagai pusat pengalaman, lalu melengkapinya dengan fitur audio dan kenyamanan yang tetap berguna untuk pemakaian sehari-hari.
Source: www.gizmochina.com