Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 tidak tampil sebagai tablet yang hanya mengejar hiburan. Perangkat ini justru terasa diarahkan ke pengguna yang membutuhkan layar besar, input yang presisi, dan tenaga yang cukup untuk kerja kreatif yang lebih serius.
Di segmen tablet kelas menengah, kombinasi seperti ini tidak selalu mudah ditemukan dalam satu paket. Dengan harga sekitar US$ 600, Lenovo mencoba menempatkannya di posisi yang lebih dekat ke perangkat kerja visual daripada sekadar tablet untuk menonton dan bermain gim.
Layar besar yang dibuat untuk kerja visual
Bagian yang paling mudah menarik perhatian ada pada panel 13 inci miliknya. Lenovo membekali layar ini dengan tingkat kecerahan yang lebih tinggi, reproduksi warna yang lebih akurat, dan teknologi yang bebas PWM flickering.
Kombinasi tersebut membuatnya lebih nyaman dipakai dalam sesi panjang. Aktivitas seperti menggambar, mencatat, atau mengerjakan desain terasa lebih aman untuk mata dan lebih stabil saat dipakai berlama-lama.
Layar itu juga didukung refresh rate 120 Hz. Efeknya, gerakan terasa lebih halus dan respons sentuhan menjadi lebih natural saat pengguna menulis atau membuat sketsa.
Input stylus dibuat lebih serius
Lenovo Tab Pen Plus dijual terpisah, tetapi aksesori ini bisa menempel secara magnetis ke bodi tablet. Pena tersebut mendukung input halus yang peka tekanan, sehingga lebih cocok untuk sketching, handwriting, dan image editing yang membutuhkan kontrol garis lebih rapi.
Presisi sentuhan juga menjadi salah satu poin penting pada perangkat ini. Lenovo menyebut respons layar terasa baik, termasuk di sudut layar yang sering menjadi titik lemah pada banyak tablet.
Di sisi perangkat lunak, tablet ini menjalankan Android 16 dan membawa fungsi AI untuk alur kerja catatan. Catatan dapat diringkas, diformulasikan ulang, atau dianalisis secara otomatis agar pekerjaan terasa lebih efisien.
Tenaga besar untuk pekerjaan yang lebih berat
Untuk urusan performa, Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 mengandalkan Qualcomm Snapdragon 8s Gen 4 dengan grafis Adreno 825. Konfigurasi ini memberi ruang yang luas untuk tugas yang lebih menuntut dibanding penggunaan tablet kelas menengah biasa.
Perangkat ini diklaim mampu menangani 3D rendering dan video editing. Lenovo juga menyebut peningkatan performanya terasa jelas dibanding generasi sebelumnya, baik saat multitasking maupun saat dipakai bermain gim.
Memori yang tersedia terdiri dari RAM 8 GB dengan penyimpanan 128 GB atau 256 GB. Keduanya masih dapat diperluas lewat microSD, sementara varian 128 GB memakai UFS 3.1 dan varian 256 GB menggunakan UFS 4.0 yang lebih cepat.
Tetap tipis untuk mobilitas
Meski diarahkan ke pekerjaan kreatif, bodinya tetap dibuat ramping. Tablet ini memakai bodi metal setebal 6,2 mm yang memberi kesan premium sekaligus nyaman saat digenggam.
Lenovo juga menambahkan sertifikasi IP52. Perlindungan ini membantu menghadapi debu dan percikan air ringan, sehingga perangkat terasa lebih aman untuk dipakai berpindah tempat.
Empat speaker melengkapi sisi hiburannya dengan suara yang lebih penuh dan jelas. Ada juga dukungan WiFi 7 yang menawarkan kecepatan lebih dari 2 GBit/s, berguna untuk kerja berbasis cloud atau memindahkan file berukuran besar.
Beberapa kompromi tetap ada
Tablet ini memang membawa banyak keunggulan, tetapi tidak lepas dari batasan. Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 tidak menyediakan jaringan seluler dan juga tidak memiliki sensor sidik jari.
Baterainya berkapasitas 10.200 mAh dan diklaim lebih awet daripada pendahulunya. Namun, kapasitas itu masih tertinggal dari beberapa pesaing di kelasnya.
Dari sisi kamera, perangkat ini mengandalkan kamera belakang 13 MP dan kamera depan 8 MP. Keduanya lebih cocok untuk foto cepat daripada kebutuhan fotografi yang lebih serius, sementara saat mendapat beban berat bodi perangkat juga bisa terasa cukup panas.
Lenovo menutup paketnya dengan port USB-C yang mendukung Power Delivery. Dukungan pembaruan perangkat lunaknya dibatasi sampai Android 18 dengan patch keamanan hingga 2030.
Source: www.notebookcheck.net




