Lautan Massa Kirab Binokasih Bikin KDM Minta Maaf, Arus Warga Bandung Ikut Tersendat

Di tengah euforia Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Bandung, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM justru menyoroti satu hal yang tak bisa diabaikan: keramaian besar yang ikut mengganggu mobilitas warga. Setelah menyaksikan langsung padatnya massa di jalur kirab, ia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Jawa Barat atas dampak yang muncul selama prosesi berlangsung.

Keramaian itu memenuhi rute dari Taman Kiara Artha Park hingga Gedung Sate. Jalur sepanjang sekitar tiga kilometer nyaris tanpa ruang kosong karena ribuan warga tumpah ruah untuk menyaksikan kirab Mahkota Binokasih.

Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas tersendat dan sebagian aktivitas warga ikut terganggu. KDM mengakui hal itu setelah melihat sendiri besarnya antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang perjalanan kirab.

Di media sosial pribadinya, KDM menggambarkan suasana acara sebagai lautan pecinta budaya. Ia menyebut jumlah warga yang hadir sulit dihitung karena hampir seluruh jalur dipenuhi massa dari berbagai titik.

Menurut KDM, yang hadir bukan hanya warga Bandung dan Jawa Barat. Ia juga menilai ada warga dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mungkin dari luar negeri, yang ikut menyaksikan perayaan budaya itu.

Antusiasme besar tersebut membuat Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda menjadi perhatian publik. Perayaan di Kota Bandung itu menampilkan beragam pertunjukan seni dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, ditambah 11 penampilan dari daerah lain di Indonesia.

Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian adalah Tari Saman asal Aceh. Pertunjukan itu semakin memancing minat warga yang sejak awal sudah memadati area kirab.

KDM sendiri ikut menjadi pusat perhatian saat menunggangi kuda putih untuk mengawal Mahkota Binokasih menuju Gedung Sate. Sepanjang perjalanan, ia terlihat menyapa warga yang berdiri di sisi rute kirab.

Prosesi budaya itu juga dihadiri Raja Karaton Sumedang Larang, Paduka Yang Mulia Sri Radya HRI Lukman Soemadisoeria, bersama sejumlah kepala daerah di Jawa Barat. Kehadiran para tokoh tersebut memperkuat nilai simbolik acara yang digelar di jantung Kota Bandung.

Meski mengakui ada dampak pada lalu lintas dan aktivitas sekitar, KDM menilai keramaian itu juga membawa dampak ekonomi. Ia menyebut hotel-hotel terisi penuh dan restoran ikut ramai selama acara berlangsung.

Dengan begitu, kirab Mahkota Binokasih tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di kota. Di satu sisi warga menikmati prosesi adat dan pertunjukan seni, sementara di sisi lain sektor usaha ikut merasakan ramainya kunjungan.

Source: www.tvonenews.com

Baca Juga

Back to top button