Bukan sekadar daftar lagu pengisi latar, soundtrack The Devil Wears Prada 2 justru terasa seperti bagian dari identitas film itu sendiri. Sejak deretan namanya dibuka oleh Interscope dan 20th Century Pictures, perhatian langsung tertuju pada komposisi artis yang dihadirkan, dari Lady Gaga hingga Dua Lipa.
Pilihan itu membuat soundtrack ini berdiri dengan karakter yang kuat. Nuansa pop yang elegan, vokal yang menonjol, dan sentuhan yang dekat dengan dunia mode membuat album ini tampak dirancang untuk mengiringi cerita tentang ambisi, citra, dan tekanan kerja.
Yang paling mencolok tentu kehadiran Lady Gaga yang tampil paling dominan. Ia menyumbang tiga lagu orisinal sekaligus, yaitu “Shape of a Woman,” “Runway” bersama Doechii, dan “Glamorous Life.”
Di antara ketiganya, “Runway” sudah lebih dulu muncul lewat peluncuran trailer terakhir dan sempat naik ke puncak tangga lagu. Kehadiran lagu itu memberi sinyal bahwa musik di film ini tidak diperlakukan hanya sebagai pelengkap, melainkan sebagai bagian penting dari dunia ceritanya.
Pilihan lagu-lagu lain juga memperlihatkan arah yang serupa. Dua Lipa hadir lewat “End of an Era,” sementara Miley Cyrus dan Brittany Howard bergabung dalam “Walk of Fame (Edit).”
Daftar itu masih diperkuat oleh nama-nama lain seperti SZA, Raye, Laufey, Olivia Dean, Sienna Spiro, Izzy Escobar, Ledisi, dan The Marías. Keragaman ini membuat soundtrack punya warna yang luas, tetapi tetap terasa menyatu dalam satu suasana yang berhubungan dengan mode dan ambisi.
Daftar lagu resmi soundtrack
“Shape of a Woman” – Lady Gaga
“Runway” – Lady Gaga & Doechii
“Glamorous Life” – Lady Gaga
“Material Lover” – Sienna Spiro
“End of an Era” – Dua Lipa
“Walk of Fame (Edit)” – Miley Cyrus & Brittany Howard
“Mr. Eclectic” – Laufey
“Nice to Each Other” – Olivia Dean
“Saturn” – SZA
“Worth It.” – Raye
“Daydreaming” – Ledisi
“Evergreen Avenue” – Izzy Escobar
“No One Noticed” – The Marías
Susunan artis dalam album ini juga menunjukkan strategi musik yang cukup jelas. Nama-nama populer dipilih bukan hanya karena daya tariknya, tetapi juga karena masing-masing membawa identitas suara yang berbeda.
Hasilnya, soundtrack ini tidak hanya mengisi ruang di balik gambar, tetapi ikut membangun atmosfer yang melekat pada adegan. Pilihan itu selaras dengan karakter The Devil Wears Prada 2 yang kembali ke dunia majalah Runway hampir dua dekade setelah film pertamanya menjadi fenomena budaya populer.
Dalam sekuel ini, Miranda Priestly menghadapi pensiun, sementara Andy Sachs kembali ke dunia editorial sebagai editor rubrik. Latar cerita tersebut membuat musik yang dipilih terasa relevan dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan akar estetika film.
Kembalinya Runway lewat musik memperkuat kesan bahwa sekuel ini ingin menjaga identitas lama sambil membuka ruang untuk sentuhan yang lebih modern. Dengan daftar artis yang menonjol, soundtrack The Devil Wears Prada 2 kini menjadi salah satu elemen yang paling mencuri perhatian dari filmnya.
Source: www.medcom.id