Di tengah koreksi saham yang terjadi belakangan ini, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau PGEO tetap menunjukkan fondasi bisnis yang solid. Perseroan tidak hanya mencatat laba bersih yang tumbuh, tetapi juga menyiapkan pembagian dividen tunai senilai US$123,9 juta kepada pemegang saham.
Keputusan pembagian dividen itu telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 21 April 2026. Nilainya setara dengan Rp49,4423 per lembar saham, sehingga menjadi salah satu perhatian utama investor yang mengikuti pergerakan emiten panas bumi tersebut.
Laba dan cadangan masih kuat
Kinerja keuangan PGEO menjadi penopang utama di balik langkah pembagian dividen itu. Hingga akhir Desember 2025, perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$137,7 juta.
Corporate Secretary PGEO, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa perusahaan juga masih memiliki saldo laba ditahan sebesar US$139 juta. Posisi ini menunjukkan ruang keuangan perseroan masih memadai untuk mendukung kegiatan usaha dan pengembangan aset pada periode berikutnya.
Dari sisi pendapatan, PGEO mencatat total US$432,73 juta. Sementara itu, EBITDA perusahaan berada di level US$330,35 juta, yang menegaskan bahwa bisnis inti perseroan masih mampu menghasilkan arus pendapatan yang kuat.
Produksi listrik menorehkan rekor
Selain aspek keuangan, kinerja operasional PGEO juga menarik perhatian karena mencatat produksi listrik tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Produksi listrik mencapai 5.095,48 gigawatt hour atau GWh.
Capaian tersebut naik 5,55 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan itu terutama didorong oleh operasional PLTP Lumut Balai Unit 2, yang memberi kontribusi penting terhadap kenaikan output energi perusahaan.
Rekor produksi ini menjadi sinyal bahwa kapasitas operasional PGEO masih berjalan baik di tengah kebutuhan energi yang terus berkembang. Bagi pelaku pasar, data ini ikut memperkuat gambaran bahwa kinerja bisnis perusahaan tidak semata ditopang oleh laporan laba, melainkan juga oleh pertumbuhan produksi yang nyata.
Jadwal pembagian dividen yang perlu dicatat
Bagi investor, tahapan pembagian dividen sering menjadi bagian yang paling diperhatikan. PGEO sudah merilis jadwal resmi agar pemegang saham dapat mencermati hak atas dividen tunai yang akan dibagikan.
Berikut jadwalnya:
- Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 30 April 2026
- Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 4 Mei 2026
- Cum dividen pasar tunai: 5 Mei 2026
- Ex dividen pasar tunai: 6 Mei 2026
- Recording date (DPS): 4 Mei 2026 pukul 16.00 WIB
- Pembayaran dividen: 22 Mei 2026
Tanggal-tanggal tersebut penting karena menentukan siapa yang berhak menerima dividen. Dalam praktik pasar, jadwal seperti ini kerap memengaruhi minat investor dalam mengatur posisi kepemilikan sahamnya.
Prospek panas bumi masih menjadi perhatian
Meski saham PGEO sempat terkoreksi, prospek bisnis panas bumi dinilai masih terbuka lebar. Pengamat energi sekaligus Member of the Supervisory Board Rumah Energi, Elrika Hamdi, melihat transisi energi nasional memberi peluang besar bagi pengembangan lapangan panas bumi baru.
“Kalau melihat rencana transisi energi Indonesia ke depan, bisnis PGEO memiliki potensi tinggi untuk berkembang,” kata Elrika. Ia juga menyoroti masih adanya lapangan panas bumi yang berada dalam tahap eksplorasi dan berpotensi menarik minat investor.
Elrika menambahkan bahwa panas bumi memiliki karakteristik sebagai sumber energi yang stabil. Menurut dia, pembangkit panas bumi dapat beroperasi tanpa henti, meski risiko terbesar biasanya muncul pada fase awal pengembangan.
“Kalau sudah beroperasi, pembangkit listrik panas bumi umumnya kinerjanya baik dan menguntungkan,” ujarnya. Namun, proses identifikasi hingga eksplorasi disebut membutuhkan waktu panjang dan pengelolaan risiko yang cermat.
Sisi kebijakan juga memberi dukungan bagi industri ini. Dalam RUPTL 2025–2034, kontribusi panas bumi ditargetkan mencapai 5,2 gigawatt atau GW sebagai bagian dari dorongan meningkatkan porsi energi baru terbarukan hingga 76 persen dan menekan emisi karbon nasional.
Dengan laba yang meningkat, produksi yang mencetak rekor, serta dividen yang sudah diumumkan, PGEO tetap berada di radar investor yang memantau emiten energi berbasis panas bumi di tengah transisi menuju energi bersih.