Laba Perdana GoTo Tembus Rp171 Miliar, Kenaikan Pengguna Mengubah Arah Kinerja

Kinerja PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mulai menunjukkan perbaikan yang lebih tegas pada kuartal I-2026. Perusahaan teknologi ini mencatat laba bersih perdana sebesar Rp171 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp367 miliar pada periode yang sama sebelumnya.

Perubahan tersebut tidak berdiri sendiri karena didorong oleh kenaikan pengguna aktif bertransaksi, pertumbuhan transaksi, dan pengendalian biaya yang tetap dijaga. Manajemen menilai hasil awal tahun itu sebagai sinyal bahwa upaya memperkuat profitabilitas mulai memberi dampak nyata.

Pengguna aktif dan transaksi ikut menguat

Salah satu penopang utama datang dari lonjakan annual transacting users atau ATU yang naik 22 persen secara tahunan menjadi 69 juta. Kenaikan basis pengguna ini ikut mengangkat pendapatan bersih GOTO sebesar 26 persen secara tahunan menjadi Rp 5,3 triliun.

Di sisi aktivitas ekosistem, GTV inti Grup meningkat 65 persen secara tahunan menjadi Rp138 triliun. Total GTV juga menembus Rp236 triliun atau tumbuh 63 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan intensitas transaksi yang makin tinggi di layanan GoTo.

Laba operasional dan arus kas ikut membaik

Selain laba bersih, indikator profitabilitas lain menunjukkan penguatan yang cukup tajam. EBITDA Grup yang disesuaikan melonjak 131 persen secara tahunan menjadi Rp 907 miliar.

Arus kas bebas disesuaikan juga tercatat positif sebesar Rp1,3 triliun. Capaian ini memperlihatkan bahwa perbaikan laba tidak hanya datang dari kenaikan pendapatan, tetapi juga dari efisiensi yang lebih terjaga dalam operasional.

Manajemen menyebut hasil tersebut sebagai awal yang kuat untuk mengejar target EBITDA setahun penuh di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun. Perseroan juga mencatat imbalan jasa unit bisnis e-commerce, Tokopedia, sebesar Rp288 miliar pada periode yang sama.

Fintech menjadi mesin paling menonjol

Dari seluruh lini bisnis, segmen fintech tampil paling agresif dalam mendorong pertumbuhan. Monthly transacting users di segmen ini naik 33 persen secara tahunan menjadi 27,5 juta, sementara total transaksi melesat 84 persen dibandingkan 2025 dan menembus dua miliar.

Pendapatan bersih segmen fintech ikut naik 58 persen menjadi Rp1,9 triliun. Pertumbuhan itu didorong oleh layanan pembayaran dan kenaikan nilai buku pinjaman, yang menunjukkan aktivitas finansial di dalam ekosistem GoTo bergerak lebih dalam.

Aplikasi GoPay juga memberi kontribusi besar terhadap pembiayaan, dengan nilai pinjaman mencapai Rp9,9 triliun atau turun 59 persen secara tahunan. EBITDA yang disesuaikan pada segmen fintech bahkan naik 674 persen menjadi Rp364 miliar, sekaligus menandai profitabilitas selama enam kuartal berturut-turut.

Layanan harian tetap tumbuh dengan ritme lebih stabil

Sementara itu, bisnis layanan harian atau on-demand services tetap mencatat pertumbuhan meski lajunya lebih moderat dibanding fintech. GTV segmen ini berada di level Rp16,3 triliun atau naik 4 persen secara tahunan, sedangkan pendapatan bersih bertambah 12 persen menjadi Rp3,4 triliun.

Peningkatan tersebut didorong optimalisasi produk dan efisiensi insentif yang lebih disiplin. Pada saat yang sama, perusahaan menyiapkan strategi teknologi yang lebih terintegrasi lewat program AI baru untuk menyatukan seluruh inisiatif kecerdasan buatan di bawah satu arah yang berfokus pada pelanggan.

Langkah itu diarahkan untuk menekan biaya layanan sekaligus memperbaiki interaksi dan konversi pengguna. Di tengah perbaikan kinerja keuangan, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa GoTo tetap menempatkan efisiensi jangka panjang sebagai bagian penting dari strategi bisnisnya.

Di luar angka-angka keuangan, GoTo juga menyalurkan Bonus Hari Raya sekitar Rp110 miliar kepada mitra pengemudi. Perseroan turut mulai menyediakan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan sejak Februari 2026, serta menyatakan komitmen pada agenda inklusi, pengembangan komunitas, dan ESG.

Pada kuartal I-2026, GoTo juga mencatat peningkatan Peringkat ESG MSCI menjadi ‘AA’. Seluruh capaian itu menegaskan bahwa pemulihan perusahaan kini ditopang oleh basis pengguna yang lebih luas, volume transaksi yang makin besar, profitabilitas yang membaik, serta dorongan kuat dari segmen fintech dan efisiensi operasi.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version