Nintendo menutup tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2026 dengan hasil yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Namun di saat Switch 2 sedang menjadi motor utama pertumbuhan, perusahaan justru bersiap menaikkan harga konsol itu di dua pasar besar.
Kenaikan laba Nintendo tidak datang sendirian. Permintaan awal terhadap Switch 2, ditambah hadirnya judul gim baru dari waralaba populer perusahaan, mendorong penjualan dan menggeser momentum bisnis dari Switch generasi pertama yang mulai melandai.
Laba bersih Nintendo tercatat 424 miliar yen, naik 52 persen dari hampir 279 miliar yen pada periode sebelumnya. Dengan kurs Rp 17.377 per dollar AS, angka itu setara sekitar Rp 46,92 triliun.
Penjualan tahunan perusahaan juga melesat 99 persen menjadi 2,3 triliun yen. Lonjakan tersebut memperlihatkan seberapa cepat konsol anyar itu mengangkat kinerja Nintendo dalam waktu singkat.
Harga Switch 2 naik di Jepang dan Amerika Serikat
Di tengah performa yang menguat, Nintendo tetap mengubah harga Switch 2. Perusahaan menyebut tekanan dari kondisi bisnis global sebagai alasan kebijakan itu.
Di Jepang, harga konsol tersebut naik dari 49.980 yen menjadi 59.980 yen, atau sekitar Rp 6,63 juta, mulai 25 Mei 2026. Sementara itu di Amerika Serikat, harganya akan naik menjadi 499,99 dollar AS, atau sekitar Rp 8,69 juta, mulai September 2026, dari sebelumnya 449,99 dollar AS.
Nintendo tidak memerinci penjelasan lebih jauh mengenai keputusan tersebut. Namun eksportir Jepang saat ini menghadapi tekanan biaya operasional akibat kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat dan gangguan rantai pasok global dampak konflik Iran.
Bisnis gim dan film ikut menopang hasil
Selain dari perangkat keras, Nintendo juga mendapat dorongan dari konten hiburan. Film The Super Mario Galaxy Movie sudah menghasilkan lebih dari 800 juta dollar AS, atau sekitar Rp 13,9 triliun, sejak sebulan dirilis.
Di lini gim, Mario Kart World dan Donkey Kong Bananza menjadi pendorong utama pendapatan. Tomodachi Life: Living the Dream juga mencatat awal yang kuat dengan penjualan lebih dari 3,8 juta kopi hanya dalam dua minggu setelah peluncuran.
Nintendo memperkirakan penjualan perangkat lunak Switch 2 akan tumbuh 23 persen menjadi 60 juta unit. Perusahaan menilai penjualan konsol biasanya mencapai puncak pada fase awal peluncuran, sedangkan penjualan gim cenderung terus naik seiring bertambahnya basis pengguna.
Target berikutnya dibuat lebih hati-hati
Meski hasil tahun ini sangat kuat, Nintendo memasang proyeksi yang lebih konservatif untuk tahun fiskal berikutnya. Perusahaan memperkirakan laba hingga Maret 2027 sebesar 2,1 triliun yen, atau setara Rp 225,9 triliun.
Target itu mencerminkan penurunan sekitar 11 persen dibandingkan capaian periode saat ini. Nintendo juga menyatakan hitungan tersebut sudah memasukkan dampak dari kenaikan harga konsol yang telah diumumkan sebelumnya.
Untuk pengapalan Switch 2, perusahaan menetapkan target 16,5 juta unit hingga Maret 2027. Angka itu turun hampir 17 persen dari realisasi tahun fiskal sebelumnya yang menembus 19,86 juta unit.
Nintendo tetap menyiapkan lebih banyak judul gim baru untuk tahun ini, termasuk seri terbaru Final Fantasy hasil kolaborasi dengan pengembang mitra. Setelah laporan keuangan itu dirilis, saham Nintendo di bursa naik 3,6 persen.