Kustom, Seni, dan Musik Melebur Di Jakarta, Deus Kumpul-Kumpul Ride Sambangi Kemang

Budaya kustom di Jakarta kembali mendapat sorotan lewat pertemuan yang tidak hanya menampilkan motor, tetapi juga seni dan musik dalam satu ruang. Deus Kumpul-Kumpul Ride yang digelar Deus Ex Machina Indonesia di Kemang pada 14 Mei 2026 menghadirkan suasana yang mempertemukan banyak unsur sekaligus, dari komunitas roda dua sampai pegiat kreatif.

Format acara seperti ini membuat Jakarta tampil bukan sekadar sebagai lokasi singgah, melainkan sebagai ruang bertemunya banyak lapisan skena kustom. Kehadiran motor, mobil, karya visual, dan pertunjukan musik di satu titik memperlihatkan bahwa dunia modifikasi di ibu kota terus bergerak ke arah yang lebih luas.

Kemang jadi pusat pertemuan komunitas

Kopikina, Kemang, menjadi titik akhir rangkaian perjalanan di Jakarta. Sebelum tiba di sana, rombongan berangkat dari Taman Menteng dan melintasi jalanan kota, lalu menjadikan area tujuan sebagai pusat aktivitas utama acara.

Di lokasi akhir, suasana berubah menjadi ruang kumpul bagi para antusias otomotif. Motor kustom dan mobil pilihan hadir berdampingan dengan karya seni serta pertunjukan musik, sehingga acara terasa seperti pertemuan lintas minat yang saling menguatkan.

Jojo selaku Marketing Manager Deus Ex Machina Indonesia menegaskan bahwa Deus Kumpul-Kumpul Ride tidak semata soal titik mula atau garis akhir. Ia menempatkan setiap kota sebagai ruang untuk bertemu, menyambung komunitas, dan membuka jalur baru bagi kreativitas yang terus bergerak.

Karya modifikasi tampil dengan karakter masing-masing

Deretan bengkel modifikasi ikut mengisi acara dengan kendaraan yang membawa identitas kuat. Batakastem Workshop, Katros Garage, Frontwheel Motorcycle, dan Lembinc hadir menampilkan karya yang menonjolkan fungsi sekaligus sisi artistik.

Kehadiran kendaraan-kendaraan itu memperlihatkan ragam pendekatan dalam skena modifikasi Jakarta. Setiap motor yang tampil tidak hanya dibaca dari bentuk luarnya, tetapi juga dari detail, karakter, dan ciri khas pembuatnya.

Warna lain datang dari Sunset Drive Club yang membawa mobil roda empat pilihan. Kombinasi mobil dan motor dalam satu ajang membuat acara ini menunjukkan bahwa budaya kustom tidak berhenti pada satu jenis kendaraan saja.

Seni visual dan musik ikut mengisi ruang acara

Selain kendaraan, elemen seni visual mendapat tempat penting dalam rangkaian ini. Nova13 menghadirkan aksi live pinstriping, sementara Never Too Lavish membuka sesi sketch yang memperlihatkan proses kreatif secara langsung.

Kehadiran dua aktivitas tersebut membuat acara terasa lebih hidup karena pengunjung bisa melihat proses berkarya, bukan hanya hasil akhirnya. Di titik ini, budaya kustom tampil sebagai ruang ekspresi personal yang dekat dengan seni visual.

Atmosfer kemudian diperkaya oleh penampilan Muklay, Philipponk, dan Diskopantera. Rangkaian hiburan ditutup oleh Merrman, yang memberi energi di bagian akhir acara.

Jakarta baru langkah awal tur lintas kota

Meski pusat perhatian mengarah ke Jakarta, perjalanan Deus Kumpul-Kumpul Ride belum selesai di sana. Setelah dari ibu kota, rangkaian ini masih akan berlanjut ke Bandung dan Yogyakarta.

Format tur lintas kota tersebut menunjukkan bahwa acara ini memang dirancang sebagai pertemuan komunitas yang bergerak dari satu kota ke kota lain. Setiap pemberhentian diposisikan sebagai simpul baru yang mempertemukan pegiat budaya kustom dari latar berbeda.

Perjalanan itu nantinya akan berakhir di Deus Ex Machina Temple of Enthusiasm. Dengan alur seperti ini, Jakarta menjadi salah satu penanda penting bahwa antusiasme terhadap modifikasi, seni, dan komunitas masih sangat kuat di tengah kota besar.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button