Skala kurban lintas negara yang digarap Aliyah Rizq Holdings Pte Ltd menonjol bukan hanya karena jumlah hewan yang terlibat, tetapi juga karena model kerja yang dipakai. Melalui Asia Mega Qurban 2026, perusahaan ini mengarahkan program kurban ke sistem yang lebih terhubung, dengan jangkauan Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Di balik program itu, Aliyah Rizq menempatkan peternakan modern sebagai bagian penting dari pelaksanaan ibadah kurban. Fokusnya tidak lagi berhenti pada distribusi hewan menjelang Iduladha 2026, melainkan juga pada pembentukan ekosistem peternakan yang lebih rapi, terstruktur, dan berkelanjutan.
Rantai pasok dibangun lebih luas
Chief Executive Officer Aliyah Rizq Holdings Pte Ltd, Dato’ Seri Ashraf Bakar, menyampaikan bahwa arah program tahun ini memang ditujukan untuk membangun ekosistem kurban di ASEAN. Ia menilai pembicaraan awal dengan sejumlah pemilik peternakan di Malaysia berjalan positif dan membuka peluang kerja sama yang lebih besar.
Menurut Ashraf, para pelaku peternakan melihat potensi kuat dalam membangun rantai pasok yang lebih terstruktur bersama Aliyah Rizq. Sinergi itu diarahkan untuk memperkuat kapasitas peternakan lokal sekaligus membuka akses ke ekosistem regional yang saling terhubung.
Pendekatan tersebut membuat pelaksanaan kurban diposisikan sebagai bagian dari sistem yang lebih besar. Aliyah Rizq ingin kebutuhan ibadah dan kesiapan industri berjalan dalam satu rangkaian yang sama.
Pelaksanaan lapangan dibuat lebih terkoordinasi
Salah satu agenda utama program ini adalah Live Ibadah Qurban yang digelar pada 27 Mei 2026 di Masjid Al-Syifa, Bandar Penawar, Johor. Kegiatan itu menjadi penanda bahwa kurban dijalankan dengan pola yang lebih teratur dan terkoordinasi.
Aliyah Rizq melibatkan instansi pemerintah di Johor, lembaga keagamaan, aparat penegak hukum, dan otoritas setempat dalam pelaksanaan program. Keterlibatan banyak pihak ini mendukung logistik, operasional, dan kesejahteraan hewan selama kegiatan berlangsung.
Dengan koordinasi yang lebih luas, program kurban diarahkan agar tidak hanya berjalan lancar. Tata kelola yang konsisten juga menjadi bagian penting dari model yang sedang dibangun.
Pengakuan atas skala lintas negara
Pada 27 Mei 2026, Aliyah Rizq juga memperoleh pengakuan dari ASEAN Records dan ASIA Records. Pengakuan itu diberikan atas penyelenggaraan qurban lintas negara secara serentak selama 24 jam.
Program tersebut mencatat total 5.623 hewan kurban yang telah dipesan, diproses, dan ditawarkan di 11 negara. Capaian ini menunjukkan kapasitas koordinasi lintas wilayah yang besar dalam pengelolaan kurban modern.
Skala itu juga menegaskan bahwa program ini tidak berdiri hanya sebagai kegiatan distribusi hewan. Aliyah Rizq menempatkannya sebagai bagian dari sistem yang lebih luas, mulai dari persiapan peternakan hingga pelaksanaan di lapangan.
Arah baru untuk kurban modern ASEAN
Asia Mega Qurban 2026 diposisikan sebagai jembatan antara kebutuhan ibadah dan pengembangan industri peternakan. Dalam kerangka ini, kolaborasi dengan peternak menjadi penting untuk membangun rantai pasok yang lebih tertata dan memperkuat kesiapan menghadapi kurban berskala besar.
Perluasan jangkauan ke empat negara ASEAN menunjukkan bahwa model kurban modern di kawasan mulai bergerak ke arah yang lebih terhubung. Aliyah Rizq membangun koneksi yang lebih kuat antara sektor peternakan, lembaga keagamaan, dan pelaksana kurban di tingkat regional.
Source: www.medcom.id