Kurban DPD PDI Perjuangan Jatim Menyebar ke Banyak Titik, Pesantren hingga Warga Kebagian 468 Sapi

Distribusi kurban yang luas menjadi cara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menjaga agar manfaat Idul Adha tidak berhenti di satu lingkungan saja. Sebanyak 468 ekor sapi kurban disalurkan ke berbagai daerah di Jawa Timur dan diarahkan kepada penerima yang beragam, mulai dari pesantren, warga, masjid, musala, panti asuhan, hingga kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Pola penyaluran itu menunjukkan keinginan partai untuk hadir langsung di tengah masyarakat. DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga memposisikan kegiatan kurban sebagai tradisi tahunan yang terus dijaga oleh struktur partai di daerah.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyebut kurban sebagai bentuk kontribusi nyata partai kepada masyarakat. Ia menilai Idul Adha bukan sekadar ibadah penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momen untuk menguatkan keikhlasan, kepedulian, dan kebiasaan berbagi.

Menurut Deni, semangat Idul Adha sejalan dengan cara kerja PDI Perjuangan yang ingin bergerak bersama rakyat. Ia menegaskan bahwa kurban adalah wujud kepedulian sekaligus ikatan gotong royong di tengah masyarakat.

“Idul Adha mengajarkan tentang keikhlasan dan pengorbanan. Semangat itu yang terus dijaga PDI Perjuangan dalam bergerak bersama rakyat. Kurban menjadi wujud kepedulian dan ikatan gotong royong di tengah masyarakat,” ujar Deni.

Ia juga menyoroti pentingnya distribusi yang merata. Karena itu, penyaluran hewan kurban tidak dibuat menumpuk di satu titik, melainkan disebar ke banyak lokasi agar suasana kebahagiaan Idul Adha bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat di berbagai daerah.

“Harapannya masyarakat bisa ikut merasakan suasana kebersamaan dan hangatnya Idul Adha. Tradisi berbagi seperti ini penting untuk menjaga solidaritas sosial dan mempererat hubungan antarsesama,” katanya.

Penyaluran hewan kurban itu dilakukan melalui sejumlah jalur organisasi dan komunitas penerima. DPC PDI Perjuangan kabupaten dan kota ikut terlibat sebagai penyalur, bersama pondok pesantren dan rumah ibadah yang tersebar di Jawa Timur.

Selain itu, panti asuhan serta kelompok masyarakat yang membutuhkan juga masuk dalam daftar penerima. Skema ini dibuat agar dampak kurban tidak hanya dirasakan di satu wilayah, tetapi menjangkau lebih banyak warga secara langsung.

Deni menilai nilai-nilai kurban sejalan dengan semangat perjuangan partai yang menempatkan kemanusiaan, gotong royong, dan keberpihakan kepada rakyat sebagai dasar gerakan politik. Ia juga mengaitkannya dengan keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang mengajarkan kesabaran, keteguhan, dan pengabdian.

Pada saat yang sama, partai meminta para kader di daerah ikut mengawal distribusi agar berjalan lancar dan tepat sasaran. Penyembelihan hewan kurban dilakukan di rumah potong hewan maupun lokasi penyembelihan yang memenuhi ketentuan kesehatan dan syariat.

Deni menambahkan bahwa gotong royong dan solidaritas kader menjadi kekuatan utama partai berlambang banteng tersebut. Politisi yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim itu berharap kekompakan antarkader terus terjaga demi memperkuat persatuan internal partai dan kedekatan dengan masyarakat.

Source: news.detik.com
Exit mobile version