Kuota Sekolah Maung Jabar 2026 Tembus 21 Ribu, Seleksinya Dibuat Sangat Ketat

Bagi calon siswa yang menargetkan jalur Sekolah Maung di Jawa Barat, seleksi SPMB 2026 tampaknya tidak akan memberi banyak ruang untuk sekadar mencoba peruntungan. Meski daya tampungnya mencapai sekitar 21 ribu siswa, jalur ini justru disiapkan dengan penyaringan yang ketat sejak awal.

Fokus utama program ini memang tertuju pada siswa berprestasi yang ingin masuk ke sekolah unggulan negeri di Jawa Barat. Karena itu, pendaftar tidak cukup hanya memenuhi satu syarat, melainkan harus melengkapi unsur usia, domisili, akademik, dan bukti prestasi sekaligus.

Seleksi yang diarahkan untuk siswa unggulan

Pemprov Jawa Barat menyiapkan jalur masuk Sekolah Maung sebagai bagian dari SPMB 2026. Skema ini diposisikan berbeda dari seleksi sekolah biasa karena memang ditujukan untuk peserta didik unggulan.

Dengan target kuota sekitar 21 ribu siswa, jalur ini menjadi salah satu yang paling besar dalam penerimaan siswa baru di Jawa Barat. Namun, besarnya daya tampung tidak berarti prosesnya longgar, sebab sejak awal calon pendaftar sudah harus menyesuaikan diri dengan sejumlah ketentuan administratif dan akademik.

Syarat usia dan jenjang pendidikan

Pendaftaran Sekolah Maung hanya terbuka bagi lulusan SMP, MTs, atau sederajat pada tahun berjalan maupun tahun sebelumnya. Selain itu, usia pendaftar dibatasi maksimal 21 tahun pada 1 Juli 2026.

Ketentuan ini menunjukkan bahwa jalur tersebut memang diarahkan untuk peserta didik yang masih berada dalam rentang usia sekolah menengah. Pemprov Jabar menempatkan syarat dasar ini sebagai bagian dari filter awal sebelum seleksi masuk ke tahap berikutnya.

Bukti akademik dan prestasi jadi penentu

Untuk jalur kompetensi akademik, calon peserta didik wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik atau TKA dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ketentuan ini tidak berlaku bagi pendaftar jenjang SMK.

Selain hasil akademik, pendaftar juga harus membuktikan potensi unggul melalui prestasi akademik maupun nonakademik sesuai minat dan bakat. Bukti yang dapat disiapkan antara lain hasil Tes Potensi Akademik, nilai rapor atau dokumen hasil belajar, sertifikat atau piagam kejuaraan, portofolio karya, serta dokumen pendukung lain.

Rangkaian dokumen itu memperlihatkan bahwa seleksi tidak hanya bertumpu pada angka rapor. Jalur Sekolah Maung juga membuka ruang bagi siswa yang memiliki rekam jejak prestasi di luar akademik formal.

Domisili dan rekomendasi sekolah asal

Syarat lain yang tak kalah penting adalah domisili. Calon siswa harus tinggal di kabupaten atau kota di Jawa Barat minimal satu tahun, dan hal itu dibuktikan dengan Kartu Keluarga serta KTP.

Di samping itu, peserta didik perlu melampirkan surat rekomendasi dari sekolah asal. Surat tersebut harus memuat keterangan bahwa siswa berprestasi dan memiliki minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Ketentuan domisili dan rekomendasi ini menjadi bagian dari penyaring penting dalam jalur Sekolah Maung. Dengan begitu, pendaftar yang masuk benar-benar berasal dari lingkungan pendidikan Jawa Barat dan memiliki dorongan akademik yang jelas.

Jadwal pengumuman dan peluang lain

Hasil seleksi Sekolah Maung dijadwalkan diumumkan pada 8 Juni 2026. Peserta yang lolos kemudian wajib melakukan daftar ulang pada 9-10 Juni 2026.

Bagi peserta yang belum berhasil, masih ada kesempatan mengikuti seleksi SPMB tahap 1 maupun tahap 2 untuk sekolah lain yang tidak termasuk kategori Sekolah Maung. Jalur itu tetap menjadi opsi bagi siswa yang ingin mencari sekolah negeri di luar skema unggulan tersebut.

Source: www.kompas.tv
Exit mobile version