Pergerakan gerimis di Jawa Timur pada Rabu, 27 Mei 2026 diprediksi tidak berlangsung merata. Sejumlah wilayah akan mengalami hujan ringan pada jam yang berbeda, sementara daerah lain masih bertahan dengan cuaca cerah, cerah berawan, hingga berangin.
Pola cuaca seperti ini membuat aktivitas luar ruang perlu disesuaikan lebih cermat. BMKG Juanda memprakirakan perubahan langit dapat bergeser dari pagi sampai malam, sehingga warga di wilayah tertentu perlu lebih siap menghadapi perpindahan cuaca yang cepat.
Wilayah yang paling sering masuk zona gerimis
Dari sebaran waktunya, Kota Batu menjadi salah satu daerah dengan potensi hujan ringan paling konsisten. Wilayah ini tercatat berpeluang diguyur gerimis sejak pagi, lalu kembali masuk daftar pada siang dan sore hari.
Sampang juga menjadi wilayah yang patut diperhatikan karena hujan ringan diprakirakan muncul pada pagi hingga siang, kemudian masih berlanjut pada sore hari. Dengan pola seperti itu, aktivitas di luar ruangan di wilayah ini perlu mempertimbangkan kemungkinan perubahan cuaca berulang.
Gerimis mulai meluas pada siang dan sore
Saat memasuki siang, cakupan hujan ringan tidak hanya terbatas pada beberapa titik awal. Kota Malang, Pamekasan, dan Sampang ikut berpotensi mengalami gerimis bersama Kota Batu, sementara wilayah lain di Jawa Timur masih cenderung cerah hingga cerah berawan.
Perubahan itu terlihat lebih luas pada sore hari. Kota Malang tetap berada dalam wilayah yang berpotensi hujan ringan bersama Kota Batu, lalu kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Kota Surabaya, Lumajang, Pamekasan, dan Sampang.
Malam hari membawa sebaran baru
Pergeseran cuaca belum berhenti ketika malam tiba. Bojonegoro, Kota Surabaya, Lamongan, dan Lumajang diprakirakan diguyur gerimis pada periode malam, sedangkan daerah lainnya cenderung cerah hingga berawan dan berangin.
Dengan demikian, wilayah yang terdampak pada malam hari tidak selalu sama dengan yang terkena hujan sejak pagi. Pola ini menunjukkan bahwa cuaca di Jawa Timur bergerak dinamis antarwilayah sepanjang hari.
Daerah yang perlu lebih waspada
Jika dilihat dari frekuensi kemunculannya, Kota Batu menonjol karena masuk daftar hujan ringan pada lebih dari satu periode waktu. Kota Malang, Pamekasan, Kota Surabaya, dan Lumajang juga layak diwaspadai karena gerimis dapat muncul pada beberapa waktu berbeda.
Di sisi lain, Bojonegoro dan Lamongan baru diperkirakan terdampak pada malam hari. Artinya, aktivitas sore ke malam di dua wilayah itu perlu lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang datang belakangan.
Suhu dan arah angin tetap perlu dicermati
BMKG Juanda memprakirakan suhu udara di Jawa Timur berada pada kisaran 17-32 derajat celsius sepanjang hari. Kondisi angin bergerak dari barat menuju barat laut dengan kecepatan 3-17 kilometer per jam.
Dengan karakter cuaca yang berubah antarwilayah dan antarwaktu, masyarakat disarankan lebih cermat saat bepergian. Langit yang cepat berganti, terutama pada sore hingga malam hari, berpotensi memengaruhi kelancaran perjalanan maupun kegiatan luar ruang.
Source: jatim.jpnn.com