Langkah cepat diambil Pemerintah Provinsi Jawa Barat setelah kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi. Seluruh biaya perawatan korban yang masih dirawat akan ditanggung penuh oleh Pemprov Jabar, sementara keluarga korban meninggal dunia juga akan menerima santunan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa santunan bagi ahli waris korban tewas dipatok sebesar Rp50 juta untuk setiap korban. Kebijakan ini menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap dampak yang ditimbulkan oleh insiden yang mengakibatkan korban jiwa dan korban luka itu.
Perhatian utama tertuju pada korban yang masih menjalani perawatan
Di sisi penanganan medis, Pemprov Jabar memastikan tidak ada beban biaya yang dibebankan kepada korban yang sedang dirawat di rumah sakit. Dedi menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan akan dibayarkan pemerintah provinsi tanpa pengecualian, sehingga keluarga korban tidak perlu memikirkan urusan administrasi rumah sakit.
Fokus bantuan ini diarahkan pada dua kelompok sekaligus, yakni korban luka dan keluarga yang kehilangan anggota keluarga. Dalam situasi seperti ini, dukungan pemerintah tidak hanya berbentuk santunan, tetapi juga perlindungan terhadap kebutuhan medis yang masih harus dijalani para korban.
Data korban masih terus diperbarui
Di tingkat penanganan nasional, jumlah korban dari kecelakaan tersebut masih bergerak dan terus diperbarui. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan bahwa hingga Selasa siang tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 orang masih dirawat.
Selain penanganan medis, proses identifikasi korban juga berjalan bersamaan dengan evakuasi. Pada pukul 14.00 WIB, sidang rekonsiliasi telah digelar untuk menentukan identitas korban, dan 10 jenazah disebut telah berhasil teridentifikasi.
Jenazah diserahkan kepada keluarga
Keterangan dari Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Ginting menunjukkan bahwa para korban meninggal tidak seluruhnya berada di satu rumah sakit. Sejumlah jenazah juga dievakuasi ke rumah sakit lain di wilayah Bekasi setelah kejadian di lokasi.
Ia menyebut data korban tercatat di RSUD Kota Bekasi, Rumah Sakit Bella, dan Rumah Sakit Mitra Bekasi Timur. Setelah proses pendataan dan penanganan awal selesai, pihak kepolisian menyampaikan bahwa seluruh jenazah yang berada di rumah sakit daerah itu telah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.
Harapan agar tragedi serupa tidak terulang
Di tengah penanganan para korban, Dedi Mulyadi juga menyampaikan harapan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi pada moda transportasi kereta api di Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa tragedi pada Senin malam itu seharusnya menjadi yang terakhir.
Dedi juga meminta dukungan moral dari masyarakat untuk menguatkan keluarga korban yang ditinggalkan. Seruan itu disampaikan agar keluarga dapat menghadapi musibah dengan lebih tabah, sambil pemerintah tetap memberi perhatian pada korban yang masih mendapat perawatan dan keluarga yang kehilangan orang terdekat mereka.
Source: www.babelinsight.id




