Kongres FIFA di Vancouver kini ikut terseret dalam polemik imigrasi setelah Kanada membenarkan adanya penolakan masuk terhadap pejabat sepak bola Iran. Kasus ini muncul saat pertemuan badan sepak bola dunia tersebut segera dimulai dan membuat perhatian publik bergeser dari agenda olahraga ke soal pemeriksaan visa dan kebijakan keamanan.
Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menyatakan pada Rabu bahwa ia memahami laporan mengenai larangan masuk itu. Meski begitu, ia menegaskan keputusan tersebut tidak disengaja dan mengakui adanya pencabutan izin masuk tanpa merinci lebih jauh dasar teknisnya.
Anand kemudian mengarahkan pertanyaan lebih lanjut kepada Menteri Imigrasi Lena Diab. Dari kantor Diab, pemerintah Kanada menegaskan bahwa setiap permohonan visa diperiksa secara individual oleh petugas terlatih.
Juru bicara Diab, Taous Ait, juga menyampaikan bahwa Kanada tetap konsisten menolak kehadiran pejabat IRGC di negara itu. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa persoalan yang muncul bukan sekadar urusan perjalanan, melainkan juga berkaitan dengan daftar pembatasan yang diterapkan pemerintah.
Sorotan atas kasus ini menguat setelah media Iran Tasnim melaporkan bahwa Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj bersama dua pejabat lain tidak diizinkan masuk ke Kanada. Laporan itu juga menyebut adanya perilaku tidak pantas dari petugas imigrasi di Bandara Pearson, Toronto.
Sebelumnya, Iran International melaporkan bahwa Taj sempat memperoleh visa pada Senin, lalu dikeluarkan dari Kanada pada Selasa malam. Media tersebut mengaitkan status Taj dengan hubungannya terhadap IRGC, yang di Kanada telah dimasukkan ke daftar entitas teroris.
Situasi ini menjadi sensitif karena Kongres FIFA dijadwalkan menghadirkan perwakilan dari 211 federasi anggota badan sepak bola dunia. Forum tersebut memiliki fungsi strategis menjelang turnamen besar yang akan digelar bersama oleh Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.
Belum ada tanggapan langsung dari FIFA terkait status Iran dalam acara itu. Kondisi tersebut membuat perhatian tertuju pada bagaimana Kanada menjalankan aturan imigrasi ketika kegiatan olahraga internasional bersinggungan dengan persoalan politik dan keamanan.
Di tengah persiapan Piala Dunia, kasus ini menunjukkan bahwa keputusan administratif bisa cepat berkembang menjadi isu diplomatik yang lebih luas. Bagi Kanada, tantangannya adalah menjaga ketegasan kebijakan imigrasi sambil tetap menjadi tuan rumah bagi forum olahraga global yang sorotannya kini semakin tajam tertuju ke Vancouver.