Kompak Menjelang Armuzna, Lia Istifhama Minta Jamaah Sumenep Utamakan Istirahat dan Stamina

Bagi jamaah haji asal Sumenep, momen menjelang Armuzna bukan hanya soal kesiapan mengikuti rangkaian ibadah, tetapi juga soal menjaga tubuh tetap sanggup menjalani fase terberat di Tanah Suci. Di tengah suhu Makkah yang terasa panas, Lia Istifhama menaruh perhatian besar pada hal itu dan datang langsung menemui rombongan untuk menyampaikan pesan agar jamaah tidak memaksakan diri.

Pertemuan itu berlangsung di Hotel Mahd Al Resala, kawasan Ar Raudhah, sektor 410. Lia bertemu dengan jamaah dari Kabupaten Sumenep yang tergabung dalam rombongan 2 Kloter 77, dalam suasana yang hangat dan akrab.

Fokus utama: stamina sebelum puncak ibadah

Lia menekankan bahwa rangkaian Armuzna menjadi inti ibadah haji dan menuntut kesiapan fisik sekaligus mental. Ia menyebut Arafah, Muzdalifah, dan Mina sebagai tahapan yang harus dijalani dengan kondisi tubuh yang benar-benar siap.

Karena itu, ia mengingatkan jamaah agar tidak meremehkan kebutuhan istirahat dan pola makan. Ia juga meminta mereka berhati-hati saat tubuh sedang kurang fit, terutama karena cuaca panas dan mobilitas tinggi dapat menguras tenaga lebih cepat.

Pesan tersebut disampaikan menjelang pelaksanaan rangkaian ibadah wajib haji. Menurut Lia, jamaah perlu menjaga energi agar dapat mengikuti seluruh prosesi dengan baik tanpa memaksakan kemampuan tubuh.

Kebersamaan jamaah ikut jadi perhatian

Selain membahas kondisi fisik, Lia juga menyoroti pentingnya kekompakan selama berada di Tanah Suci. Ia mendorong jamaah asal Sumenep untuk saling membantu agar pelaksanaan ibadah terasa lebih lancar dan nyaman.

Baginya, kebersamaan bukan sekadar pelengkap perjalanan haji. Sikap saling menjaga dan saling menguatkan menjadi bagian dari ikhtiar agar jamaah tetap kuat menghadapi seluruh rangkaian ibadah.

Dalam dialog langsung itu, Lia juga mendengarkan pengalaman, masukan, dan harapan para jamaah terkait pelayanan serta pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Ruang bincang tersebut memberi kesempatan kepada jamaah untuk menyampaikan kondisi mereka secara langsung kepada wakil daerah asal Jawa Timur itu.

Dukungan moril dari pertemuan langsung

Lia menilai silaturahmi seperti ini penting untuk mengetahui kondisi jamaah Indonesia di Tanah Suci secara langsung. Ia melihat kehadiran dan dialog tatap muka sebagai bentuk dukungan moril agar jamaah tetap bersemangat menjalani tahap demi tahap ibadah.

Sejumlah jamaah menyampaikan rasa syukur karena dapat menjalankan ibadah dengan lancar. Mereka juga berharap seluruh rangkaian ibadah dimudahkan sampai kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

Di akhir kunjungan, Lia mendoakan jamaah haji Indonesia, khususnya dari Jawa Timur dan Kabupaten Sumenep, agar diberi kesehatan, keselamatan, dan kelancaran hingga pulang ke tanah air. Pesan tentang stamina, kebersamaan, dan kesiapan menghadapi Armuzna menjadi sorotan yang paling kuat dari pertemuan itu di tengah padatnya ibadah dan kondisi cuaca Makkah yang menuntut tubuh tetap prima.

Source: jnn.co.id
Exit mobile version