Komdigi Buka Seleksi Dua Pita Frekuensi Baru, Perebutan Kekuatan Operator Makin Ketat

Perebutan pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz kini menjadi salah satu momen paling menentukan bagi industri seluler di Indonesia. Dua spektrum ini dinilai bukan hanya menambah kapasitas jaringan, tetapi juga dapat mengubah posisi tawar operator dalam persaingan layanan data dan kesiapan 5G.

Kementerian Komunikasi dan Digital telah membuka seleksi pengguna pita frekuensi radio tersebut, dengan proses dimulai pada Mei 2026 melalui Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 175 Tahun 2026. Langkah itu menandai bahwa frekuensi semakin diperlakukan sebagai aset strategis yang bisa memengaruhi arah bisnis operator, bukan sekadar kebutuhan teknis jaringan.

Dua pita, dua peran yang saling melengkapi

Pita 700 MHz dan 2,6 GHz membawa fungsi yang berbeda. Frekuensi 700 MHz dikenal unggul karena jangkauannya lebih luas, sehingga dipandang efektif untuk memperkuat layanan internet di wilayah padat sekaligus membantu memperluas akses ke daerah yang belum terlayani optimal.

Sebaliknya, pita 2,6 GHz lebih kuat dari sisi kapasitas jaringan. Karakter ini membuatnya cocok untuk menopang kebutuhan data berkecepatan tinggi yang terus meningkat seiring bertambahnya penggunaan internet mobile.

Kombinasi keduanya membuat seleksi ini menjadi perhatian besar pelaku industri. Operator membutuhkan spektrum yang mampu menjawab dua kebutuhan sekaligus, yakni memperluas cakupan layanan dan menaikkan kapasitas jaringan.

Tekanan kompetisi ikut meningkat

Operator yang berhasil mendapatkan alokasi baru akan punya peluang lebih besar untuk memperkuat kualitas layanan. Mereka juga bisa memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan jaringan di area dengan kebutuhan data tinggi.

Sebaliknya, operator yang tidak memperoleh tambahan spektrum berpotensi menghadapi tekanan kompetisi yang lebih berat. Keterbatasan frekuensi dapat membatasi kapasitas jaringan, terutama di wilayah dengan trafik internet tinggi.

Pengamat telekomunikasi menilai frekuensi adalah salah satu aset paling penting dalam industri seluler modern. Operator dengan spektrum yang lebih luas biasanya punya fleksibilitas lebih besar untuk mengembangkan layanan digital dan menjaga kualitas koneksi pelanggan.

Pemerintah dorong pemerataan layanan broadband

Komdigi menyatakan seleksi ini dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan spektrum frekuensi. Pemerintah juga menargetkan percepatan pemerataan layanan internet broadband di berbagai wilayah Indonesia melalui pemanfaatan frekuensi baru tersebut.

Dorongan itu menjadi penting karena kebutuhan konektivitas tidak lagi terpusat di kota besar. Layanan mobile broadband kini dibutuhkan lebih luas untuk mendukung aktivitas masyarakat dan berbagai sektor layanan digital.

Dalam konteks itu, pita 700 MHz memiliki peran besar untuk memperluas akses. Jangkauan sinyal yang lebih luas membuat frekuensi ini relevan untuk membantu operator menjangkau daerah dengan keterbatasan jaringan.

Di sisi lain, pita 2,6 GHz dapat menopang pengalaman akses data yang lebih baik di area dengan kebutuhan tinggi. Kapasitas yang lebih besar memberi ruang bagi operator untuk menangani trafik internet yang terus bertambah.

Fondasi untuk 5G nasional

Komdigi memproyeksikan frekuensi baru ini sebagai fondasi penting pengembangan jaringan 5G nasional dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, hasil seleksi tidak hanya memengaruhi bisnis operator, tetapi juga arah pembangunan infrastruktur digital nasional.

Pemanfaatan spektrum baru diharapkan mendukung transformasi digital di berbagai sektor. Pendidikan, kesehatan, industri, hingga layanan publik berbasis digital disebut akan ikut merasakan manfaat dari konektivitas yang lebih baik.

Pita 700 MHz sendiri sebelumnya dikenal sebagai digital dividend. Spektrum ini tersedia setelah migrasi siaran televisi analog ke digital selesai dilakukan.

Setelah migrasi itu, pemerintah menyiapkan pita 700 MHz untuk mendukung pengembangan layanan telekomunikasi generasi terbaru. Kini proses tersebut bergerak lebih konkret lewat pembukaan seleksi resmi oleh Komdigi.

Hingga saat ini, tahapan seleksi masih berlangsung dan belum ada pengumuman mengenai operator pemenang alokasi 700 MHz maupun 2,6 GHz. Namun, proses ini sudah cukup untuk menunjukkan bahwa peta persaingan operator seluler sedang memasuki fase baru.

Baca Juga

Back to top button