Saat menikmati daging kurban, banyak orang langsung fokus pada kolesterol. Padahal, data yang dikutip dari Kemenkes menunjukkan bahwa pada porsi 100 gram, kolesterol daging sapi dan kambing sama-sama 70 miligram.
Pembeda utamanya justru ada pada lemak total. Pada takaran yang sama, daging kambing mengandung lemak total 9,2 gram, sedangkan daging sapi mencapai 14 gram.
Perbedaan ini membuat daging sapi perlu lebih diperhatikan, terutama oleh orang yang membatasi asupan lemak harian. Dalam konsumsi daging kurban, jumlah porsi sering menjadi faktor yang paling menentukan dampak yang dirasakan tubuh.
Mengapa lemak total ikut diperhitungkan
Jika hanya melihat angka kolesterol, sapi dan kambing tampak setara. Namun, kandungan lemak total yang lebih tinggi pada sapi membuat pilihan dan porsinya tetap penting untuk dipantau.
Bagi sebagian orang, terutama yang punya perhatian khusus pada asupan lemak, angka ini tidak bisa diabaikan. Karena itu, cara mengolah dan seberapa banyak daging yang dimakan ikut memengaruhi beban yang diterima tubuh.
Risiko kolesterol tinggi tidak selalu terasa langsung
Kolesterol tinggi adalah kondisi ketika lemak dalam darah berada pada kadar berlebih. Cleveland Clinic dan National Jewish Health menjelaskan bahwa kondisi ini dapat memunculkan gejala seperti nyeri dada, benjolan pada mata, sering mengantuk, dan kram pada malam hari.
Masalah ini tidak berhenti pada keluhan sehari-hari. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan komplikasi serius, termasuk stroke dan diabetes, sehingga pengendalian pola makan tetap penting.
Daging merah, lemak jenuh, dan kebiasaan makan
Kenaikan kolesterol umumnya dipengaruhi makanan yang kaya lemak jenuh, seperti mentega, biskuit, keju, santan, dan kuning telur. Kurang aktivitas fisik dan kebiasaan merokok juga ikut meningkatkan risiko.
American Heart Association menyebutkan lemak harian sebaiknya berada di bawah 25-35 persen dari total asupan kalori. Lemak jenuh dianjurkan di bawah 7 persen dan lemak trans di bawah 1 persen.
Angka lain yang masih menunjukkan perbedaan
Data lain yang dikutip dari djkn.kemenkeu.go.id menyebut kambing kerap memiliki kandungan lemak dan kolesterol lebih rendah dibanding beberapa jenis daging lain. Dalam data itu, lemak rata-rata kambing disebut 20 persen, sedangkan sapi 25 persen, dan domba 30 persen.
Untuk kolesterol, kambing tercatat berada di kisaran 5-39 mg per 100 gram. Sapi berada di kisaran 42-78 mg per 100 gram, sehingga hasil akhirnya tetap bisa berbeda tergantung bagian daging dan cara pengolahan.
Cara makan yang lebih bijak saat Iduladha
Bagi orang yang memiliki riwayat hipertensi atau gangguan pencernaan, konsumsi daging sebaiknya dibatasi secukupnya. Olahan yang terlalu banyak lemak, santan, atau minyak dapat membuat tubuh terasa lebih berat.
Olahan seperti sop dinilai lebih aman dibanding masakan bersantan yang berat. Konsumsi daging juga sebaiknya diimbangi buah dan sayuran seperti mentimun, tomat, dan wortel agar asupan serat tetap terjaga.
Langkah sederhana untuk menekan risiko
Serat larut membantu mengikat lemak dan kolesterol di usus kecil sehingga tidak banyak terserap ke aliran darah. Asupan 25 hingga 30 gram serat larut per hari dari sayuran, buah-buahan, dan oatmeal bisa menjadi pilihan yang mendukung.
Asam lemak omega 3 juga disebut bermanfaat untuk menurunkan LDL atau kolesterol jahat. Sumber yang disebutkan antara lain salmon, sarden, tuna, kedelai, kanola, dan kenari.
Asupan garam juga perlu dijaga agar tidak melebihi 2300 mg per hari atau sekitar 1 sendok teh. Olahraga rutin selama 30 menit per hari atau 150 menit per minggu membantu menjaga LDL dan trigliserida tetap terkendali, sekaligus mendukung kenaikan HDL atau kolesterol baik.
Source: lifestyle.bisnis.com




