Perayaan 80 tahun Vespa tidak hanya hadir lewat skuter edisi khusus, tetapi juga melalui pendekatan yang menonjolkan identitas desain dan gaya hidup. Fokus utamanya terlihat pada pemilihan warna Pastel Green yang dipakai untuk seri Vespa 80TH, sekaligus menghubungkan momen ini dengan sejarah panjang merek yang lahir di Pontedera, Italia, pada 23 April 1946.
Melalui langkah tersebut, Vespa kembali menunjukkan bahwa posisinya bukan sekadar alat transportasi. Selama delapan dekade, skuter ini tumbuh menjadi simbol yang dikenal lintas generasi, dengan karakter yang sejak awal dirancang agar mudah digunakan oleh banyak orang, termasuk perempuan pada masa ketika akses berkendara masih terbatas.
Warna yang dipilih untuk menandai usia delapan dekade
Seri peringatan ini hadir lewat tiga model, yaitu Sprint, Primavera, dan GTS. Ketiganya mendapat balutan Pastel Green yang disebut terinspirasi dari Vespa pertama pada 1946, sehingga nuansa sejarah terasa kuat tanpa menghilangkan kesan modern.
Warna tersebut tidak hanya muncul di bodi, tetapi juga menyebar ke berbagai detail seperti trim pelindung, pegangan penumpang, kaca spion, blok kontrol, dan tautan suspensi depan. Vespa juga memadukan finishing glossy dan satin agar tampilannya tetap elegan sekaligus segar.
Pada bagian jok, Vespa memakai jahitan artisan yang dipadukan dengan handgrip, sisipan dek karet, dan penutup pelindung belakang berwarna hijau yang lebih gelap. Kombinasi detail ini membuat karakter visual tiap model tetap terasa seragam, meski basis produknya berbeda.
Sentuhan sejarah yang tetap dijaga
Identitas edisi spesial ini tidak berhenti pada pemilihan warna. Pelek pada seri ini mengambil inspirasi dari Vespa 98, model awal yang punya peran penting dalam sejarah merek tersebut.
Di pelek juga terdapat tulisan “Est. 1946” dengan finishing diamond cut sebagai penanda ulang tahun. Pada Vespa Primavera 80TH, Vespa menambahkan kisi-kisi samping yang mengingatkan pada model-model awal, sehingga nuansa klasiknya terasa lebih kuat.
Pihak Vespa juga memperkuat ciri perayaan melalui plakat “80TH” di pelindung depan dan emblem “80 years of Vespa Est. 1946”. Kehadiran elemen-elemen itu membuat seri ini tampil sebagai edisi peringatan yang jelas, bukan sekadar varian warna baru.
Lebih dari 160 model dalam delapan dekade
Selama 80 tahun, Vespa telah melahirkan lebih dari 160 model. Di tengah perubahan besar dalam industri otomotif, Vespa tetap mempertahankan ciri khasnya lewat garis desain yang elegan, permukaan yang bersih, serta perpaduan fungsi dan estetika.
Jejak panjang itu menjelaskan mengapa Vespa kerap dipandang lebih luas dari sekadar skuter. Produk ini sudah melekat sebagai bagian dari gaya hidup, dan status itu terus dipertahankan melalui pendekatan desain maupun koleksi pendukung yang menyertainya.
Koleksi eksklusif untuk memperluas perayaan
Perayaan ulang tahun ke-80 juga dibawa ke ranah gaya hidup lewat koleksi bertajuk “80TH ANNIVERSARY”. Koleksi ini menampilkan apparel dan aksesori dengan grafis perjalanan 80 tahun Vespa, sehingga peringatannya terasa hadir dalam bentuk yang lebih sehari-hari.
Di dalamnya terdapat varsity jacket, field jacket, utility vest, sweatshirt, t-shirt, dan polo shirt. Vespa juga menyiapkan tote bag, drawstring bag, bandana, gantungan kunci, magnet, kipas, patch, dan pin sebagai pelengkap koleksi.
Selain itu, Vespa memperkenalkan helm jet ABS yang sudah dilengkapi visor anti gores, sun visor internal, sistem ventilasi modern, dan sertifikasi keselamatan ECE 22.06. Kehadiran helm dan aksesori tersebut memperluas makna perayaan dari sekadar peluncuran model menjadi pengalaman gaya hidup yang lebih lengkap.
Perayaan akan berlanjut di Roma
Rangkaian momen 80 tahun Vespa masih akan berlanjut dengan acara selama empat hari di Roma, Italia, pada 25 hingga 28 Juni 2026. Kota yang lekat dengan nuansa La Dolce Vita itu dipilih sebagai tempat yang dianggap pas untuk merayakan perjalanan panjang Vespa.
Dengan model spesial, detail desain yang sarat sejarah, dan koleksi eksklusif yang menyertainya, Vespa kembali menegaskan posisinya sebagai simbol kebebasan, gaya, dan evolusi yang tetap setia pada akar asalnya.
Source: www.oto.com




