Khofifah Dihadapkan Pada 11 Tuntutan Buruh, Ribuan Massa Penuhi Kantor Gubernur Jatim

Aksi buruh di Surabaya kali ini tidak sekadar soal peringatan Hari Buruh Internasional, tetapi juga menjadi ajang menagih janji dan mendesak perubahan kebijakan ketenagakerjaan. Ribuan pekerja dari berbagai serikat datang membawa 11 tuntutan yang mereka nilai penting untuk segera mendapat jawaban dari pemerintah.

Pusat perhatian pun tertuju ke Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan, Surabaya. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama wakil gubernur dijadwalkan menerima langsung aspirasi yang dibawa para buruh.

Massa mulai memadati kawasan kantor gubernur sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka tiba setelah long march dari Jalan Bubutan dan membuat area pusat pemerintahan provinsi menjadi titik utama penyampaian suara buruh Jawa Timur.

Sorotan terbesar dalam aksi ini datang dari desakan agar Undang-Undang Ketenagakerjaan segera disahkan. Isu itu menjadi salah satu tuntutan yang paling menonjol di tengah rangkaian peringatan May Day 2026.

Selain itu, buruh juga meminta agar komitmen yang sebelumnya disepakati bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 1 Mei 2025 benar-benar dijalankan. Mereka menilai janji yang telah ada tidak cukup jika tidak diwujudkan dalam kebijakan yang terasa langsung bagi pekerja.

Daftar tuntutan yang dibawa juga memuat rekomendasi kebijakan strategis untuk pemerintah pusat dan DPR RI. Arahnya berkaitan dengan revisi serta pembentukan regulasi ketenagakerjaan yang dinilai masih perlu diperkuat.

Di luar isu regulasi, buruh turut menyoroti sejumlah Surat Edaran Mahkamah Agung yang dianggap merugikan pekerja. Mereka mendorong evaluasi terhadap beleid tersebut agar tidak menambah beban bagi kalangan buruh.

Kebutuhan dasar pekerja juga masuk dalam daftar desakan. Penyediaan rumah murah dan rumah susun menjadi salah satu poin penting agar tempat tinggal lebih terjangkau bagi buruh dan keluarganya.

Aksi yang berlangsung di Jalan Pahlawan itu berjalan damai dan terorganisasi melalui berbagai serikat pekerja. Konsentrasi massa dalam jumlah besar menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan masih menjadi perhatian besar bagi buruh di Jawa Timur.

Dengan mendatangi langsung kantor gubernur, para pekerja berharap aspirasi mereka tidak berhenti di jalan. Mereka ingin suara yang dibawa dari Surabaya mendapat respons konkret dari pemerintah daerah dan diteruskan ke tingkat pusat.

Source: jatim.jpnn.com
Exit mobile version